Edukasi Pentingnya Hutan Pantai Melalui Penghijauan Vegetasi Pantai Roban Barat

oleh -
(Paling Kiri) Prof. Dr. Ir. Diah Permata Wijayanti, M.Sc., Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro melakukan penanaman pohon di Pantai Roban Barat, didampingi Ketua Program Matching Fund 2022, Dr. Ir. Munasik, M.Sc., (nomor 3 dari Kiri) dalam program Penghijauan Vegetasi Pantai, sebagai bentuk program kemitraan Matching Fund 2022 untuk mendorong kesadaran akan pentingnya pentingnya sumber laut untuk mendukung tercapainya Blue Economy. istimewa

BATANG—Platform Kedaireka Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknlogi (Kemendikbud Ristek) melalui Program Kemitraan Matching Fund 2022 antara PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) dan Universitas Diponegoro (UNDIP), melakukan penghijauan vegetasi dengan penanaman bibit pohon cemara laut di Pantai Roban Barat, Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Sabtu (24/9).

Penghijauan Vegetasi Pantai ini merupakan salah satu program Kemitraan Matching Fund yang sudah dilaksanakan oleh para Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Mahasiswa Magang UNDIP yang tersebar di Desa Klidang Lor, Desa Depok, Desa Ujungnegoro, dan Desa Kedungsegog Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang bertujuan untuk mengedukasi dan menyadar tahukan masyarakat akan pentingnya hutan pantai sebagai fungsi mitigasi bencana, perlindungan pantai dan pemanfaatan wisata bahari.

Kegiatan ini diharapkan dapat mengubah cara berpikir masyarakat pesisir dari ekonomi ekstraktif menjadi ekonomi kreatif dan bernilai tambah.

Program Matching Fund 2022 merupakan program untuk mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga sumber daya laut untuk mendukung tercapainya Blue Economy yaitu penggunaan sumber daya laut secara berkelanjutan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sehingga meningkatkan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan dengan tetap menjaga kualitas ekonomi dan ekosistem laut.

Ketua Program Kemitraan Matching Fund 2022 Dr. Ir. Munasik, M.Sc. menyampaikan dalam sambutannya, bahwa program ini sangat membantu untuk mengimplementasikan aplikasi teknologi restorasi ekosistem pesisir berbahan beton dengan memanfaatkan limbah batu bara, Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) PLTU Batang 2 x 1.000 MW.

“Penghijauan vegetasi di Pantai Roban Barat, Desa Kedungsegog ini merupakan salah satu rangkaian program Matching Fund yang dilakukan oleh para Mahasiswa KKN dan Mahasiswa Magang UNDIP yang bermitra dengan PT BPI,” kata Dr. Ir. Munasik, M.Sc., di Pantai Roban Barat, Sabtu (24/9).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang, Yarsono, juga mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung penuh dan akan selalu mendukung program yang dilakukan oleh UNDIP dan BPI dalam pelestarian laut dan lingkungan pantai. Karena hal ini ada keterkaitannya dengan dunia pariwisata, sehingga kami akan selalu hadir dalam program ini.

“Program kemitraan UNDIP dan BPI dalam Matching Fund 2022 yang dipusatkan di Desa Klidang Lor, Desa Depok, Desa Ujungnegoro, dan Desa Kedungsegog sangat bagus untuk diimplementasikan karena saling menguntungkan semua pihak, baik akademisi (UNDIP), perusahaan swasta (BPI), dan pemerintah. Semoga program ini bisa terus berkelanjutan, sinergitas antara pemerintah, akademisi, dan perusahaan swasta.” ungkap Yarsono, Sabtu (24/9).

Prof Dr. Ir. Diah Permata Wijayanti, M.Sc, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UNDIP menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak perusahaan swasta, dalam hal ini BPI, yang memberikan kepercayaan kepada akademisi, menggandeng, dan bermitra dengan UNDIP.

Lingkungan akademisi yang berkutat para teori, kini bisa juga mengimplementasikan teorinya dalam praktek, dimana masyarakat dan perusahaan merupakan praktisi yang memiliki itu. Hal ini akan lebih bagus lagi, jika program kemitraan seperti ini berkelanjutan, karena lingkungannya akan selalu terjaga.

Lebih lanjut, diharapkan program kemitraan ini kedepan lebih ditingkatkan, sehingga akan terjalin sinergitas dan bisa lebih banyak memunculkan ide yang bermanfaat untuk masyarakat dan kebaikan kita bersama, ucap beliau usai melakukan penanaman pohon di Pantai Roban Barat, Desa Kedungsegog, Sabtu (24/9).

Senior Manager CSR BPI, Bhayu Pamungkas, mengatakan bahwa program Matching Fund 2022 ini merupakan salah satu program Kedaireka dari Kemendikbud Ristek yang bermitra dengan UNDIP dan BPI. Kegiatan kemitraan ini menunjukan adanya sinergitas yang baik antara perusahaan swasta, universitas, dan pemerintah. Termasuk salah satu bentuk tanggungjawab perusahaan terhadap lingkungan melalui program CSR.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik dari Universitas Diponegoro, Kemendikbud Ristek, Pemerintah Kabupaten Batang, Pemerintahan Desa, kelompok nelayan, para mahasiswa dan stakeholders lainnya yang telah mensukseskan platform Kedaireka melalui program Matching Fund 2022,” kata Bhayu Pamungkas.

Kegiatan penghijauan vegetasi di Pantai Roban Barat sebagai bentuk program kemitraan Matching Fund 2022 UNDIP dan BPI diikuti oleh Mahasiswa KKN, Mahasiswa Magang, Civitas Akademika FPIK Undip, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV (CDK4) Pekalongan, SIBAT, Sekolah Adiwiyata SD Kenconorejo, Disparpora Kabupaten Batang, Badang Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Batang, Pemdes Kedungsegog, Pemdes Depok, Pemdes Ujungnegoro dan Pemdes Klidang Lor. (rls)