Kuota Solar Nelayan Dibatasi

oleh -
HM Kennedy

*Nelayan Pilih Tak Melaut Hingga Kurangi Waktu Melaut

WONOKERTO – Naiknya harga BBM terutama solar bersubsidi membuat nelayan di Kabupaten Pekalongan kian prihatin. Para nelayan kian kesulitan melaut karena pasokan solarnya terbatas.

“Solar bersubsidi untuk nelayan itu sebenarnya dari kuota yang ada jauh belum mencukupi kebutuhan nelayan,” ungkap tokoh masyarakat pesisir, HM Kennedy, kemarin.

Politisi dari PDI Perjuangan ini mengatakan, di TPI Jambean mereka mendapatkan jatah tiap melaut 30 liter per kapal. Padahal, kata dia, fakta di lapangan untuk sekali melaut mereka itu hampir membutuhkan 100 liter.

“Itu untuk kapal kecil di bawah 3 GT. Karena mencari ikannya sudah agak ke tengah sekarang. Kalau cari di pinggiran tidak banyak. Makanya kebutuhan solarnya lebih banyak,” terang dia.

Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan ini mengatakan, sebelum aturan beli BBM ketat seperti saat ini mereka (nelayan) beli solar bersubsidi secara sembunyi-sembunyi. Agar kebutuhan solar untuk melaut tercukupi.

“Mereka dulu ada yang beli solar lewat truk lalu disedot. Namun ketika aturan sekarang lebih ketat, masyarakat lebih banyak tidak melaut karena keterbatasan solar.

Kalau melaut waktunya juga tidak lama karena solarnya terbatas. Ini tentunya memengaruhi tangkapan,” ungkapnya.

Ia berharap, kuota solar bersubsidi untuk nelayan ditambah. Jika memungkinkan, diharapkan Pertamina bisa buat SPBU atau pertashop yang khusus untuk menyalurkan solar bagi nelayan. (had)