Puluhan Bangunan Liar di Bantaran Sungai Dibongkar

oleh -
DIBONGKAR - Puluhan bangunan liar yang berada di bantaran sungai di Desa Plantaran hingga Desa Sarirejo Kaliwungu Dibongkar oleh petugas gabungan.

KENDAL – Puluhan bangunan liar yang berada di bantaran sungai di Desa Plantaran hingga Desa Sarirejo Kaliwungu Dibongkar oleh petugas gabungan dari PSDA Provinsi Jawa Tengah bersama petugas Satpol PP. Pembongkaran yang juga menggunakan alat berat eskavator ini dikawal belasan polisi dan TNI.

Kepala Balai PSDA Bodri Kuto Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah, Agung Prihantono mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi rencana penertiban bangunan liar di bantaran sungai sejak 2021, dan sudah ada kesepakatan untuk melakukan bongkar mandiri pada Mei 2022.

Pihaknya juga sudah memberikan tiga kali Surat Teguran pada bulan Mei dan Juni. Akhirnya pada 26 September ini dilakukan bongkar paksa bangunan liar yang belum dibongkar sendiri oleh pemiliknya.

“Sosialisasi sudah dilakukan dan tidak ada kesadaran membongkar sendiri, jadi ini tinggal penertibannya saja dan kami sudah koordinasikan dengan pihak terkait, ada Polsek, Polres dan pihak terkait lainnya,” katanya, kemarin.

Salah satu warga pemilik bangunan, Sobirin, mengaku tidak mempermasalahkan tempat usahanya dibongkar, karena berada di atas sungai. Ia pun membenarkan bahwa sudah ada pemberitahuan melalui surat agar membongkar sendiri bangunan liarnya. Namun ia merasa berat membongkar sendiri lapaknya, karena dulunya ia membeli tempat untuk usahanya itu. “Pemberitahuan sudah ada, jadi kalau saya nggak apa-apa ini dibongkar,” katanya.

Kapolsek Kaliwungu, AKP Slamet Mustanto mengatakan, pihaknya hanya mendampingi proses penertiban bangunan liar yang melanggar. Menurut dia, sebagian besar pemilik bangunan juga sudah membongkar sendiri, karena menyadari bangunan yang berada di bantaran sungai termasuk pelanggaran.

“Kami hanya pendampingan, jangan sampai ada efek yang tidak diinginkan, tapi insya Allah tidak ada halangan, karena masyarakat sendiri sudah menyadari, bahwa bangunan yang ada di sekitar irigasi itu salah, dan sudah banyak yang dibongkar secara mandiri,”tandanya.

Penertiban bangunan liar di sempadan sungai ini untuk mencegah terjadinya banjir di Kaliwungu yang sering terjadi ketika musim hujan. Bangunan tersebut juga mempersulit saat dilakukan normalisasi sungai. (lid)