Kades di Batang Resah, Oknum Mengaku Wartawan Diduga Sering Lakukan Pemerasan

oleh -
Ketua Sang Pamomong mewakili para kades di Batang memberikan pernyataan sikap terkait adanya oknum mengaku wartawan yang diduga melakukan pemerasan.

BATANG – Para Kepala Desa di Kabupaten Batang yang tergabung dalam Paguyuban Sang Pamomong mengaku resah dengan adanya oknum yang mengaku wartawan yang keliling ke desa-desa.

Pasalnya, bukannya mencari berita, oknum tersebut justru diduga melakukan pemerasan terhadap kades. Bahkan aksi tersebut sudah dilakukan beberapa kali di sejumlah desa.

Atas dasar itulah, Paguyuban Sang Pamomong mengggelar aksi penolakan terhadap adanya aksi intimidasi maupun pemerasan oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan.

“Aksi yang kami lakukan hari ini merupakan puncak dari keresahan yang sudah lama kami rasakan. Namun selama ini para kades memilih diam,” ungkap Ketua Paguyuban Sang Pamomong Batang, Akhmad Rozikin saat membacakan pernyataan sikap di Dracik, Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang, Senin (26/09/2022).

Akhmad Rozikin menegaskan, setelah sekian lama memilih diam, maka saat ini para kades bertekad untuk melakukan perlawanan. Salah satunya dengan mengeluarkan pernyataan sikap. Bahkan jika dirasa sudah merambah ke wilayah hukum, pihaknya tidak akan segan-segan untuk lapor ke aparat penegak hukum.

“Hari ini puluhan kepala desa hadir mewakili rekan-rekan mereka lainnya. Dan aksi ini merupakan bentuk solidaritas dan kebersamaan para kades dalam menghadapi setiap persoalan yang dihadapi,” jelas Akhmad Rozikin.

Pada aksi tersebut terungkap adanya dugaan pemerasan oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan. Modusnya dengan mendatangi sejumlah kades dan meminta sejumlah uang jika tidak ingin diberitakan yang jelek terkait desanya.

“Berdasarkan informasi dari rekan-rekan, sudah beberapa desa di Kecamatan Kandeman dan juga Tulis yang didatangi oknum tersebut,” kata Akhmad Rozikin.

Rozikin menambah, kerja kepala desa sudah susah, karena setiap hari selalu bersinggungan dengan urusan warganya. “Kalau kini ditambah lagi adanga oknum yang menjadikan kades sapi perahan, terus bagaimana kades bisa mengurusi warganya. Karena itulah, hari ini kepala desa harus kompak, dan itu harus menjadi harga mati,” beber Rozikin.

Pernyataan menarik di lontarkan oleh Dewan Penasehat Sang Pamomong, Edi Cristian yang siap memberi uang Rp10 juta. Uang tersebut akan diberikan kepada siapa saja yang bisa menyadarkan oknum yang diduga sering melakukan pemerasan pada kades.

“Saya siapkan Rp10 juta bagi yang bisa menyadarkan dia. Ingat ya, menyadarkan agar tidak memeras kades lagi, bukan yang lain,” tandas Edi Cristian.