2023, Pendapatan Daerah Capai Rp 2,180 Trilyun

oleh -
PARIPURNA - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyerahkan Raperda APBD kepada Ketua DPRD, Hj Hindun dalam rapat paripurna, Jumat (23/9).

KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mentaksir di tahun 2023 pendapatan daerah Kabupaten Pekalongan mencapai Rp 2.180 Triliun. Pendapatan daerah tersebut meliputi PAD berupa pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp 414 Milyar.

Hal itu disampaikan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dalam sambutan pada Rapat Paripurna DPRD, Jumat (23/9).

Sementara Pendapatan Transfer baik dari pusat berupa Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Insentif Daerah (DID) dan Dana Desa maupun dana transfer propinsi berupa Dana Bagi Hasil Propinsi sebesar Rp 1.760 Triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah berupa pendapatan hibah dari pemerintah sebesar Rp 5.100.000.000. Sementara itu, belanja daerah direncanakan sebesar Rp 2.181.767.204.466.

“Untuk belanja daerah ini terklasifikasi dalam belanja pegawai, belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga dan belanja transfer,” tutur bupati.

Dikatakan, dengan pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 2.180 Triliun sedangkan belanja daerah direncanakan sebesar Rp 2.181 Trilyun maka terdapat defisit secara struktur sebesar Rp 1 Miliar.

Lebih lanjut dijelaskan, Pembiayaan Daerah yang berupa Penerimaan Pembiayaan direncanakan sebesar Rp 30.000.000.000 yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).

Sementara Pengeluaran Pembiayaan direncanakan sebesar Rp 29.000.000.000. yang dialokasikan untuk Pembentukan Dana Cadangan dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2024 sebesar Rp 20.000.000.000 dan penyertaan modal sebesar Rp 9.000.000.000.

Dengan demikian maka Pembiayaan Netto sebesar Rp 1 Milyar, Pembiayaan Netto ini untuk menutup defisit anggaran secara struktur yaitu selisih kurang antara pendapatan daerah dengan belanja daerah yang direncanakan.