Kecamatan Pekalongan Timur Tangani Stunting Lewat Pak Canting

oleh -
RESMIKAN - Wali Kota Pekalongan meresmikan program Pak Canting yang diinisiasi Kecamatan Pekalongan Timur untuk penanganan stunting di wilayahnya.

KOTA – Kecamatan Pekalongan Timur meluncurkan program Bapak Penanganan Stunting atau Pak Canting sebagai tindak lanjut program Bapak Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) milik Pemkot Pekalongan. Program Pak Canting Kecamatan Pekalongan Timur diresmikan oleh Wali Kota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid, di Kantor Kelurahan Setono, kemarin.

Wali Kota mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini konsen menurunkan angka stunting dimana targetnya dari angka stunting 20 persen bisa ditekan menjadi 12 persen. “Untuk itu perlu keterlibatan semua unsur termasuk di tingkat kecamatan dengan menggandeng para pengusaha atau CSR untuk saling mendukung penanganan stunting,” tutur Aaf.

Menurut Wali Kota berbagai pihak harus bergerak terlibat dalam menurunkan angka stunting. “Alhamdulillah ini Kecamatan Timur mulai bergerak, nanti disusul kecamatan lainnya. Kemudian arahan saya kelurahan juga harus bergerak. Mudah-mudahan upaya ini dapat berjalan lancar, kalau semua bergerak masif, serentak, dan konsisten hasilnya akan maksimal,” ungkap Aaf.

Sementara itu Camat Pekalongan Timur, Darminto menjelaskan dari data Dinsos P2KB Kota Pekalongan ada 79 anak di wilayah Kecamatan Pekalongan Timur yang layak dibantu dalam penanganan stunting.

Dari sinergi bersama Danramil dan Kapolsek setempat Darminto mengaku bergerilya mencari calon bapak bunda asuh di wilayahnya dan kini sudah ada 17 bapak asuh terdiri dari pengusaha, lurah dan kepala puskesmas yang akan memberikan sejumlah dana setiap hari selama tiga bulan untuk memberi asupan makanan bergizi anak stunting.

“Adapun untuk teknis pelaksanaan Pak Canting bekerjasama dengan PKK, posyandu, dan kader puskesmas dimana mereka setiap hari akan membuat masakan bergizi yang nilainya Rp15 ribu per anak,” jelas Darminto.

Sementara program Pak Canting ini akan dilakukan selama tiga bulan berturut-turut kemudian dilakukan evaluasi perkembangan pada anak stunting yang menjadi sasaran.(nul)