TPID Diminta Kendalikan Harga Komoditas

by -
SAMBUTAN - Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar meminta TPID kendalikan harga komoditas.

**Untuk Menekan Inflasi

KAJEN – Adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per tanggal 3 September lalu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diminta untuk mengendalikan harga komoditas, terutama kebutuhan pokok, untuk menekan inflasi. Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, mewakili Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat Rapat Koordinasi Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi Kabupaten Pekalongan di Hotel KHAS Pekalongan, kemarin.

Tak hanya TPID, Sekda juga meminta kepada Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pekalongan untuk melakukan pemantauan terhadap harga-harga berbagai komoditas dan barang di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Pekalongan.

“Bagaimana TPID ini mengelola harga jangan sampai melonjak naik. Selain itu, sepuluh pasar tradisional kita, saya minta Disperindag untuk selalu pro aktif menjaga, mengecek ketersediaan dan keterjangkauan harga. Karena inflasi sudah didepan mata. Tinggal kita berusaha semaksimal mungkin agar tidak sampai stagflasi. Tiga bulan ini kita fokus,” pinta sekda.

Diterangkan Sekda, registrasi sosial ekonomi momentumnya tepat karena dilaksanakan pada saat kenaikan harga BBM dan juga bertepatan dengan fokus Pemerintah Pusat yang berusaha untuk menekan angka inflasi yang akhir-akhir ini menghawatirkan di berbagai daerah.

“Naiknya harga BBM menyebabkan kenaikan harga berbagai macam barang. Perlu kita atur sebaik-baiknya bagaimana kita mengendalikan inflasi di level daerah,” tutur Sekda.

Sekda pun meminta kepada seluruh OPD dan camat di Kabupaten Pekalongan untuk dapat mendukung Registrasi Sosial Ekonomi karena data-datanya dapat bermanfaat untuk berbagai program.

“Kawan-kawan camat saya minta untuk dapat disosialisasikan kepada kades,” ujarnya.