Demo, Dua Kubu Nyaris Bentrok

by -
SEKDA TEMUI PENDEMO: Sekda M Yulian Akbar menemui pendemo di Kantor Bupati Pekalongan, kemarin.

**Satu Kubu Sampaikan Raport Merah Bupati
**Satu Kubu Lain Menilai Demo Pembunuhan Karakter

KAJEN – Ratusan masyarakat dari dua kubu menggelar aksi demo di depan Kantor Bupati Pekalongan, Kamis (22/9/2022). Mereka membawa aspirasi yang berbeda. Satu kubu gabungan LSM, ormas, dan tokoh masyarakat menyampaikan sejumlah isu dengan tema ‘Satu Tahun Raport Merah Kepemimpinan Bupati Pekalongan’. Sementara kubu tandingan yang jumlahnya tak jauh berbeda menilai aksi yang dilakukan gabungan LSM adalah pembunuhan karakter.

Aksi damai ini agak memanas di akhir unjuk rasa. Pasalnya, muncul massa lain yang merupakan pendukung bupati. Aksi kejar-kejaran pun sempat terjadi. Namun berkat kesigapan aparat kepolisian, bentrokan bisa dicegah. Bahkan kedua belah pihak bisa didamaikan.

Sekitar pukul 10.00 WIB, ratusan massa dari beberapa LSM dan ormas di antaranya Probojoyo, Forlindo, FPB, dan lainnya mendatangi Kantor Bupati Pekalongan. Massa gelar orasi di depan gerbang kantor bupati.

Gerbang ditutup dan dijaga aparat gabungan Polri, TNI, dan Satpol PP. Massa akhirnya ditemui Sekda M Yulian Akbar didampingi beberapa kepala OPD dan Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria.

Ada sekitar 14 permasalahan diangkat dalam aksi itu. Di antaranya persoalan aset pemda di Sapugarut yang dikuasai pihak ketiga. Isu lainnya mangkraknya pembangunan tribun timur Stadion Widya Manggala Krida Kedungwuni, dugaan jual beli kios/lapak/loos Pasar Kedungwuni, perangkat desa/kades diwajibkan beli batik kuning, politisasi zakat oleh Baznas, persoalan Pasar Wiradesa, hingga kritisi program pengobatan gratis yang kesannya PHP dan berbelit-belit.

Yohandi, salah satu orator dalam aksi itu, menyampaikan, aset pemda di Sapugarut berupa tanah seluas 4.170 meter persegi dikuasai pihak ketiga. Di atas lahan itu telah dibangun ruko. Itu dinilainya perbuatan melanggar hukum. Ia menuntut agar bangunan ruko itu dibongkar. Apalagi hasil audiensi dengan DPRD, wakil rakyat juga merekomendasikan ruko itu dibongkar.