Dorong Peningkatan Pendapatan

by -
MENYAMPAIKAN - Wakil Bupati Pekalongan Riswadi mengampaikan perubahan ApBD ke Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj. Hindun dalam sidang paripurna.

**Raperda Perubahan APBD 2022 Diparipurnakan

KAJEN – DPRD Kabupaten Pekalongan terus mendorong Pemkab untuk meningkatkan Pendapatan Daerah. Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun saat rapat paripurna tentang penyampaian Raperda Perubahan APBD Kabupaten Pekalongan 2022 di ruang rapat dewan, Rabu (21/9).

Hadir dalam rapat tersebut, Wakil Bupati, H Riswadi yang mewakili Bupati Pekalongan untuk menyampaikan Raperda tentang perubahan APBD Tahun 2022. Kemudian Ketua DPRD, Hj Hindun didampingi unsur pimpinann dewan, lalu anggota dewan, sejumlah perangkat daerah dan Forkopimda.

Ketua DPRD Kabupaten Pekakongan Hj Hindun menyampaikan ini merupakan perubahan tentu hal hal yang mendesak dan ada beberapa asumsi yang perlu dilakukan perubahan. Anggaran penetapan di tahun 2022 belum semuanya tercover, misalnya hanya bisa membiayai selama 10 bulan, dan lainnya.

”Intinya, hal hal yang sifatnya mendesak harus segera ditangani oleh Pemkab Pekalongan. Walau begitu, semua permasalahan nanti akan dibahas oleh DPRD melalui komisi komisi,” katanya.

Dalam penyampaian Raperda perubahan disebutkan, disebutkan pendapatan daerah mengalami penurunan sekitar 0,85 persen. Saat penetapan APBD tahun anggaran 2022, direncanakan sebesar Rp.2.215.434.954.546, kini menjadi sebesar Rp.2.196.687.151.000. Sedangkan untuk Belanja daerah yang pada penetapan APBD tahun anggaran 2022 direncanakan sebesar Rp.2.219.934.954.546, berubah menjadi Rp.2.352.697.263.626. Melihat hal ini, dewan akan mendorong Pemkab Pekalongan agar pendapatan daerah menjadi lebih baik lagi.

”Pemerintah daerah supaya senantiasa melakukan inovasi dan keratifitas dalam memaksimalkan anggaran,” jelas Hindun.

Ekstensifikasi dan insensifikasi harus dilakukan terus dan semoga bisa mendongkrak pendapatan daerah. Misalnya dengan dilaunchingnya Pasar Kedungwuni sehingga setelah berfungsi paling tidak dapat menambah pendapatan daerah.