BBM Naik, Buruh Kian Nelangsa

by -
AUDIENSI SPN - DPC SPN gelar audiensi berbagai persoalan paska kenaikan BBM dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Pekalongan, kemarin.

*Perlindungan Sosial Lemah
*Gelombang PHK Mengancam

KAJEN – Kenaikan harga BBM buat kaum buruh kian nelangsa. Tak sedikit buruh dirumahkan akibat pandemi hingga sekarang belum dipekerjakan kembali. Dengan kenaikan harga BBM, nasib mereka kian terancam.

Karena biaya produksi diperkirakan meningkat dan penurunan daya beli masyarakat akan memengaruhi kondisi perusahaan yang saat ini tertatih bangkit dari pandemi.

Mirisnya lagi, ratusan ribu buruh dengan penghasilan di bawah Rp 3,5 juta tak bisa merasakan Bantuan Subsidi Upah (BSU) lantaran pihak perusahaan tidak mendaftarkan pekerjanya di BPJS Ketenagakerjaan.

Pemda pun belum mengakomodir bantuan sosial bagi kaum buruh yang tidak mendapatkan BSU. Padahal mereka sama-sama terimbas kenaikan harga BBM.

Berbagai persoalan ketenagakerjaan paska kenaikan harga BBM itu mencuat dalam audiensi DPC SPN Kabupaten Pekalongan dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Pekalongan di Gedung Dewan, Rabu (21/9/2022).

Ketua DPC SPN Kabupaten Pekalongan Ali Sholeh mengatakan, pekerja menggelar audiensi dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Pekalongan terkait dampak kenaikan BBM. “Memang pekerja betul dapat bantuan subsidi upah tapi realita di lapangan salah satu syarat dapat BSU adalah diikutsertakan dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Realitanya banyak sekali teman pekerja yang belum diikutsertakan di BPJS Ketenagakerjaan. Meraka tak dapat menerima BSU,” ujar Ali Sholeh.