Penjualan Rokok Ilegal Marak di Platform Online

oleh -
Penjabat Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki saat memberi arahan dalam Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai, Rabu (21/9/2022).

*Pemkab Batang Gandeng Admin Medsos

BATANG – Tak hanya dijual secara konvensional di warung atau toko, rupanya rokok tanpa pita cukai atau rokok ilegal marak dijual secara online. Hal ini seperti disampaikan Humas Kantor Bea Cukai Tegal, Egah Fuad Kurniawan saat memberikan sosialisasi pegiat media sosial Batang, Rabu (21/9/2022) di Aula Kantor Bupati Batang.

“Kalau temuan di warung kelontong atau di toko kami minim. Dan justru yang sering kami temukan adalah yang dijual di platform online. Kalau yang langsung, biasanya kami temukan di tol atau di jalan yang dibawa oleh truk distributor,” ujar Egah.

Ia pun mengapresiasi kegiatan Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai yang digelar Diskominfo Batang. Pasalnya sosialisasi ini turut menggandeng Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan admin media sosial.

“Peran media sosial ini juga sangat besar. Kami pun juga sering sosialisasi melalui medsos, karena lebih efektif. Kami harap nantinya para pegiat medsos di Batang ini dapat turut mensosialisasikan terkait pemberantasan rokok ilegal, dan juga pemantauan jika ada penjualan rokok ilegal di Batang,” harapnya.

Penjabat Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki menyampaikan, tidak hanya pemerintah saja yang peduli terhadap peredaran rokok ilegal. Masyarakat melalui admin media sosial dan kelompok informasi masyarakat (KIM) diharap bisa turut peduli. Sehingga bisa bersama-sama mengawasi peredaran rokok ilegal.

Lani juga mengimbau, jika ada produsen rokok ilegal di Batang, pihaknya siap melaksanakan pembinaan.

“Saat ini belum ad produksi rokok ilegal di Batang. Misalnya ada
nanti kami adakan pembinaan. Kenapa kok bisa memproduksi rokok ilegal. Apakah karena perizinannya susah. Nanti kami kawal perizinannya. Yang penting sesuai regulasi yang dihasilkan yang diproduksi benar benar sesuai ketentuan. Jangan ada bahan baku yang menyimpang dan kita awasi bareng-bareng,” pungkasnya. (nov)