ASN Diimbau Keluarkan Zakat Penghasilan

by -
M Yulian Akbar

KAJEN – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pekalongan, pegawai perumda, dan perangkat desa serta kepala desa diimbau untuk mengeluarkan zakat penghasilan. Jika tak memenuhi nisab, ditekankan untuk bisa rutin berinfak dan bersedekah.

Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar, kemarin, mengatakan, Bupati Pekalongan sudah buat Surat Edaran Nomor 451.12/03 terkait peningkatan pengumpulan zakat, infak dan sodakoh. Surat edaran itu mengacu peraturan perundangan yang berlaku, seperti undang-undang zakat.

“Intinya di Kabupaten Pekalongan terbitkan surat edaran kepada seluruh ASN, kades, perangkat desa, dan pegawai perusda yang beragama Islam atau muslim untuk membayar zakat penghasilan sesuai dengan ketentuan. Yakni 2,5 persen dari total pendapatan yang telah mencapai nisab,” terang dia.

Dalam praktiknya, lanjut Sekda, yang paling mengerti adalah masing-masing OPD, dan masing-masing pegawai/muzaki. Jika pegawai tidak tahu nisabnya, Baznas Kabupaten Pekalongan sudah diminta untuk melakukan pendampingan.

“Sifatnya ini edaran imbauan kepada ASN, kades, perangkat desa, dan pegawai perusda. Itu yang zakat penghasilan,” ungkapnya.

Selain zakat, pemda berikan opsi infak dan sodaqoh. “Jadi masing-masing pegawai nanti bisa memilih. Oh saya belum sampai nisabnya, saya mau infak atau sodakoh. Pegawai juga kan tergantung pribadinya masing-masing, kebutuhannya masing-masing. Tapi akadnya kan harus jelas apakah zakat, infak, apakah sodakoh,” katanya.