Pembuatan Boneka Dawangan jadi Usaha Sampingan Nelayan

oleh -
USAHA SAMPINGAN - Saat tidak melaut, Suwardi seorang nelayan di Kelurahan Bandengan Kendal memanfaatkan keterampilannya membuat boneka dawangan sebagai usaha sampingan.

KENDAL – Libur melaut bukan berarti tanpa kesibukan, itulah yang dilakukan Suwardi, nelayan di Kelurahan Bandengan Kendal. Waktu luang itu ia optimalkan untuk menekuni ketrampilannya membuat boneka dawangan, sehingga bisa menjadi usaha sampingan yang menghasilkan.

Diakui Suwardi, pekerjaan sebagai nelayan kadang tidak menentu, karena tidak mesti bisa melaut setiap hari. Pada musim-musim tertentu, seperti saat ombak besar, sebagai nelayan dengan perahu kecil terpaksa tidak melaut. Demikian pula ketika tidak mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) solar, yang kadang masih sulit didapat, atau terjadi kelangkaan BBM.

“Membuat boneka dawangan ini sebagai sampingan, karena nelayan kecil seperti saya ini, kadang tidak bisa melaut, karena tidak mendapat solar,” kata Suwardi, kemarin.

Keterampilannya membuat boneka dawangan sudah dilakukan sebelum adanya pandemi. Namun sempat berhenti selama dua tahun, saat masa rawan Covid-19. Paskc pandemi mereda, Suwardi mulai menekuni kembali usaha membuat boneka dawangan, karena sudah ada yang mulai pesan. “Menerima pesanan boneka ini sudah lama, tapi sempat berhenti ketika ada pandemi,” ungkap Suwardi.

Usaha sampingan membuat boneka dawangan ini dikerjakan jika ada yang pesan. Harga yang dibanderol mulai Rp 200 ribu, Rp 300 ribu, Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung besar kecilnya boneka dawangan yang dibuat. Sementara yang sudah pesan masih di wilayah Kabupaten Kendal. Ia juga menerima pembuatan ragangan badan dawangan dari bambu. Bagi pemesan, ada tambahan biaya Rp 100 ribu.

Untuk diketahui, boneka dawangan sendiri biasanya dimainkan pada kesenian tradisional barongan. “Untuk satu pesanan bisa dikerjakan dua sampai tiga hari sudah jadi,” jelasnya. (lid)