Dapat Dampingan PWM Jateng, RSI PKU Muhammadiyah Batang Ditargetkan Beroperasi 2023

oleh -
Ketua PDM Batang - Ali Trigiyanto.

BATANG – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Batang, Ali Trigiyanto menyebut RSI Muhammadiyah PKU Batang dapat beroperasi 2023 mendatang. Pembangunannya pun akan didampingi oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. Dan rencananya akan melibatkan enam RSI Muhammadiyah se Jateng.

“Untuk RS Kami gandeng PWMU Jateng. Sehingga energinya untuk menyelesaikan bisa besar. Harapan kami tahun depan sudah bisa beroperasi. Karena bulan-bulan ini rencananya pembangunan akan dilanjutkan. Selambat-lambatnya tahun depan sudah bisa beroperasi dan melayani masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (11/9/2022).

Dijelaskannya, di awal pembangunannya, RSI PKU Muhammadiyah PKU Batang akan merintis rumah sakit tipe D. Dimana akan disiapkan sekitar 100 bed. Dan dalam perkembangannya nanti ditargetkan bisa menjadi rumah sakit tipe C.

“Akan dimulai dari Tipe D dulu dengan sekitar sekitar 100 bed. Dan kita sudah menyiapkan tiga lantai. Tapi memang butuh perjuangan besar, modal besar dan jiwa besar, juga cita cita besar dan bantuan orang-orang besar juga. Yang paling penting bantuan juga dari Yang Maha Besar. Karena manusia banyak keterbatasan,” imbuh Ali.

Saat ini untuk progres fisik pembangunan sudah menyentuh 25-30 persen. Meski begitu masih dibutuhkan pula modal untuk pembelian peralatan kesehatan.

Sedangkan untuk kebutuhan paramedis sendiri pihaknya mengaku sudah siap. Pasalnya sudah ada sekitar 3-5 dokter spesialis yang akan bergabung. Selain itu pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan jaringan rumah sakit Muhammadiyah di Jateng.

“Secara umum sudah siap karena jaringan RS Muhammadiyah cukup merata. Dan nantinya RS Muhammadiyah yang sudah besar dan sudah established juga siap untuk mengawal mendampingi RSI PKU Muhammadiyah Batang,” tegasnya.

Setelah bisa beroperasi nanti, pihaknya yakin RSI PKU Muhammadiyah Batang mampu menjadi pundi-pundi ekonomi bagi persyarikatan. Meski begitu, amal usaha Muhammadiyah juga memiliki filosofi Al Maun. Dimana tak melulu profit oriented, tetapi juga adanya keberpihakan dan pemberdayaan pada kaum duafa.

“Prinsipnya Muhammadiyah punya teologi Al Maun. Bagaimana kita punya kepedulian tinggi terhadap kaum duafa, ustad, hafidz, dan juga kaum marginal.Tidak semata-mata profit oriented, tapi juga misi sosial, misi dakwahnya tetap melekat,” pungkasnya. (nov)