Bantu Warga Terdampak Kenaikan BBM, Polres Batang Serahkan 750 Paket Sembako

oleh -
Kapolres Batang menyerahkan bantuan sembako pada awak angkutan kota yang terdampak imbas kenaikan harga BBM.

BATANG – Untuk membantu masyarakat yang terdampak imbas naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, jajaran Polres Batang memberikan bantuan paket sembako pada sejumlah kelompok terdampak.

Kapolres Batang AKBP M Irwan Susanto menjelaskan, pemberian bantuan sembako tersebut merupakan wujud kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang merasakan dampak dari kenaikan harga BBM.

“Sesuai instruksi Kapolri dan juga Kapolda Jawa Tengah, kita membagikan 1.500 paket sembako secara bertahap, dan hari ini sebanyak 750 paket kita serahkan pada awak angkutan, tulang ojek online maupun pangkalan, tukang becak dan masyarakat terdampak lainnya,” ujar Kapolres disela-sela penyerahan bantuan pada awak angkutan di depan RSUD Kalisari Batang, Jumat (09/09/2022).

Kapolres mengatakan, pembagian bantuan sosial itu dilakukan dalam beberapa tim yang menyebar ke sejumlah lokasi. Pihaknya juga mengajak elemen mahasiswa dalam pembagian bansos.

Selain menyerahkan bantuan, Kapolres didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan mahasiswa, juga memberikan penjelasan terkait naiknya harga BBM bersubsidi.

Kapolres menjelaskan, kebijakan menaikan harga BBM bersubsidi sendiri diambil pemerintah dengan tujuan agar subsidi yang diberikan bisa lebih tepat sasaran. Mengingat saat ini subsidi yang diberikan juga dinikmati oleh kelompok masyarakat yang seharusnya tidak berhak.

“Subsidi dari pemerintah yang sebelumnya untuk BBM, kini sebagian dialihkan untuk bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat yang berhak menerima. Dengan begitu, subsidi yang diberikan tersebut bisa benar-benar tepat sasaran,” jelas AKBP M Irwan Susanto.

Selain BLT, Kapolres juga menyosialisasikan berbagai skema bantuan untuk masyarakat. “Kita ingin mensosialisasikan bahwa sudah cukup banyak bantuan dari pemerintah yang sudah turun,”katanya.

Sementara itu, seorang pengemudi ojek online (ojol), Mantep, berterima kasih atas pemberian bantuan itu. Mengingat saat ini kondisi ojek online sepi order.

“Orderan terdekat dari penyedia layanan juga belum dinaikkan, masih Rp 7.200 jarak dekat. Apalagi kalau sudah dinaikkan, mungkin lebih sepi. Karena itulah, kami sangat terbantu dengan adanya bantuan ini,’ tandas Mantep. (don)