Guru Muhammadiyah Harus Cerdas dan Berintegritas

oleh -
TRAINING - Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Limpung menggelar In House Traning di SDM Limpung, beberapa waktu lalu.

BATANG – Muhammadiyah punya prototipe dan profil guru yang berbeda dari guru lainnya. Tak hanya sekadar pintar mengajar, tetapi memiliki integritas moral, berjiwa ikhlas, cerdas dan siap menghadapi tantangan.

Hal ini seperti disampaikan Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, HM Sholihin Fanani, dalam In House Traning yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Limpung, di SD Muhammadiyah Limpung, beberapa waktu lalu.

“Oleh karenanya, menjadi Guru Muhammadiyah pun lebih punya tantangan. Lantaran amanat yang diemban cukup berat. Selain mendidik anak-anak, guru diharapkan dapat menjalankan fungsi idealnya sebagai ulama (berilmu), zuama’ (aktivis), auliya (pemimpin) yang mampu membawa pencerahan dan kemajuan masyarakat,” imbuhnya.

Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini diikuti sekitar 150 peserta yang mayoritas guru Muhammadiyah di lingkup PCM Kecamatan Limpung.

Lebih jauh, Sholihin Fanani menjabarkan tentang parameter guru Muhammadiyah yang tidak hanya cerdas akal, tetapi juga cerdas batin yakni memiliki kemampuan mengerjalan apa yang harus dikerjakan dan mana yang harus ditinggalkan.

Kunci utamanya adalah tauhid dan menyandarkan segala sesuatu kepada Allah. Output dari tauhid adalah taqwa yang tercermin dari akhlak mulia.