Besaran BPUM 2022 Belum Jelas

oleh -
MENGANTRE - Kantor Disdagkop dan UKM Kendal dipenuhi oleh para pelaku usaha mikro, untuk mendaftar sebagai calon penerima bantuan produktif Produktif.

*Pelaku UKM Antre Urus Persyaratan

KENDAL – Pemerintah kembali menggulirkan program Bantuan Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) yang diperuntukkan bagi pelaku UKM. Penyerahan berkas persyaratan telah dilaksanakan pada tanggal 1-6 September 2022 kemarin di Kantor Disdagkop dan UKM Kabupaten Kendal. Namun demikian, Pemkab Kendal sendiri belum mendapatkan kejelasan soal besaran nilai bantuan yang telah dimulai sejak 2020 itu.

Selasa (6/9/2022) kemarin, Kantor Disdagkop dan UKM masih dipenuhi para pelaku UKM yang sedang menyerahkan berkas persyaratan yang dibutuhkan. Kepala Disdagkop dan UKM Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, pihak dinas hanya menerima berkas pendaftaran. Untuk nama-nama pendaftar beserta persyaratan akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk diseleksi. “Ini hanya menerima pendaftaran atau mendata saja, selanjutnya akan diseleksi oleh Pemprov Jateng,” katanya.

Program BPUM sudah dimulai sejak tahun 2020 dengan bantuan sebesar Rp 2,4 juta. Kemudian dilanjutkan tahun 2021 dengan bantuan sebesar Rp 1,2 juta. Sedangkan untuk tahun 2022 belum tahu besaran bantuannya. Pada tahun 2021 yang mendaftar sebanyak 16.381 orang, namun pihaknya tidak mendapat laporan data penerimanya. Pasalnya bantuan langsung dikirim langsung ke rekening penerima. “Kami tidak menerima laporan data jumlah penerimanya,” ungkapnya.

Ferinando berharap, banyak UKM di Kendal yang lolos seleksi di provinsi dan bisa mendapatkan bantuan. Pasalnya, kondisi saat ini setelah dihantam pandemi covid, dan dengan adanya kenaikan harga BBM, yang berdampak dengan naiknya harga bahan-bahan pokok dan kebutuhan lainnya yang diperlukan oleh pelaku UKM. “Harapannya, mereka bisa mendapatkan bantuan, sehingga bisa membantu mereka agar tetap bertahan untuk tetap bisa berproduksi, sehingga perekonomian mereka tidak terganggu, meskipun ada kenaikan BBM ini,” harapnya.

Suniman, warga Desa Tegorejo Kecamatan Pegandon mengatakan, jika pengajuan bantuan ini cair rencananya digunakan untuk menambah modal usahanya. Sebagai tukang tambal ban, maka uangnya akan dibelanjakan barang dagangan, seperti ban dalam dan ban luar. “Jika dapat bantuan, bisa sangat terbantu untuk tambah modal, tapi jika tidak cair ya gak masalah,” katanya.

Demikian pula Kasihatun dari Desa Sumur Kecamatan Brangsong, rencananya jika mendapat bantuan modal akan digunakan untuk menambah modal jualan buahnya di pasar. Baginya, bantuan ini sangat membantu, karena modalnya terbatas.

“Sangat membantu sekali, karena modalnya sedikit,” ucapnya. (lid)