Delapan Perpustakaan di Batang Raih Akreditasi

by -
Kepala Disperpuska Batang, Rakhmat N Fadilah saat menyerahkan sertifikat akreditasi perpustakaan saat penutupan Pekan Raya Batang, Selasa Malam, (6/9/2022). Novia Rachmawati

BATANG – Pekan Raya Batang 2022 resmi ditutup, Selasa Malam (6/9/2022). Dalam kesempatan ini turut diberikan sertifikat akreditasi untuk delapan Perpustakaan di Batang.

Perpustakaan yang mendapatkan Akreditasi A diperoleh Perpustakaan Khusus JDIH Kabupaten Batang. Sementara akreditasi B diperoleh Perpustakaan Grha Pustaloka Kabupaten Batang, Perpustakaan SMAN 1 Batang, Perpustakaan SMKN 1 Batang, dan Perpustakaan Seruni SDN Bandar 02.

Sedangkan untuk akreditasi C diperoleh Perpustakaan SDN Denasri Kulon 01 Batang, SDN Klidang Wetan Batang, dan SMPN 3 Batang.

“Dari sekian banyak perpustakaan di Batang ada delapan Perpustakaan yang sudah terakreditasi. Tahun ini Perpusda Batang juga sudah terakreditasi dan mendapatkan akreditasi B. Sementara yang mendapatkan akreditasi A di Batang baru Perpustakaan Khusus JDIH Kabupaten Batang, “ujar Kepala Disperpuska Batang, Rakhmat N Fadilah saat diwawancarai usai penutupan PRB.

Rakhmat menjelaskan, ada beberapa jalur yang ditempuh perpustakaan dalam lolos akreditasi. Baik melalui jalur reguler ataupun jalur percepatan relaksasi. Dimana untuk jalur percepatan relaksasi, perpustakaan disyaratkan memiliki seribu buku yang telah diolaj.

“Akreditasi ini menjadi dilakukan untuk mengukur bahwa perpustakaan di Batang sudah memenuhi standar operasional yang disyaratkan oleh Perpusnas,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini juga diberikan beberapa penghargaan lainnya. Seperti Lomba Tertib Arsip, dimana diberikan kepada Inspektorat Batang, Bapelitbang Batang, DPMPTSP Batang, Dishub Batang, Setda Batang dan DPUPR Batang.

Kemudian turut diserahkan pula hadiah untuk juara aneka lomba. Seperti baca puisi, karaoke, menggambar, lomba bercerita, dan aneka lomba lainnya.

Event Organizer PRB Batang, Widodo menyebut jika pengunjung PRB Batang 2022 tembus hingga 2-3 Ribu pengunjung. Diakuinya adanya insiden di awal pembukaan PRB juga turut berdampak pada omset pada nilai transaksi PRB.

“Kalau dibandingkan tahun sebelumnya ada penurunan nilai transaksi. Karena memang di awal sudah ada insiden yang kurang berkenan. Meski begitu Alhamdulillah antusias masyarakat masih tinggi. Ada sekitar 2-3 ribu lebih pengunjung per hari yang hadir ke mari,” pungkasnya. (nov)