Warga Keluhkan Kenaikan Harga BBM

oleh -
ISI BBM - Pasca kenaikan harga BBM, antrean kendaraan yang mengisi BBM di SPBU Bojong tak tampak panjang, kemarin.

BOJONG – Baru merangkak bangkit dari pandemi Covid-19, masyarakat langsung dihadapkan pada kenaikan harga BBM. Masyarakat khawatir kenaikan BBM itu kian memicu kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

Padahal, harga kebutuhan sendiri saat ini masih cukup tinggi. Harga telur meskipun berangsur turun tetap dinilai tinggi. Harga telur saat ini di kisaran Rp 28.500/kg. Harga beras pun masih di atas Rp 10 ribu/kg. Bahkan harga produk sabun mandi pun telah naik.

Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan harga kenaikan bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu (3/9/2022), sejak pukul 14.30 WIB. Kenaikkan harga BBM ini mencakup BBM jenis pertalite, solar, maupun pertamax.

Harga BBM pertalite naik dari sebelumnya Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter. Sedangkan harga solar, dari sebelumnya Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 perliter, dan untuk pertamax dari Rp 12. 500 menjadi Rp 14.500 perliter.

Merespon pengumuman ini, banyak warga yang mengeluhkan kenaikan harga BBM yang baru. Salah satunya Komariyah (46), warga Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar.

“Saya khawatir kenaikan harga BBM akan berdampak pada harga kebutuhan pokok yang saat ini sudah tinggi. Makanya ini sangat kurang pas sekali. Sejak pandemi, hampir semua produk sudah naik. Ini ditambah harga BBM naik, apa nantinya ndak naik lagi itu semua barang,” keluhnya.