Duh, Telur Belum juga Turun Harga

oleh -
Subiyanto, Kepala Disperindagkop Batang

*Dipicu Cuaca Dingin dan Harga Pakan

BATANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang mengatakan belum adanya sinyal penurunan harga telur ayam ras di pasaran. Kini harga telur itu masih stagnan di Rp30 ribu per kilogram.

“Ya, berdasarkan data yang kami peroleh di lapangan, per 28 Agustus ini, harga telur ayam ras stabil di Rp30 ribu per kilonya. Jadi belum turun harganya,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Batang, Subiyanto, kemarin.

Ia pun mengakui adanya kenaikan harga telur ayam ras di level tertinggi. Di mana dari harga semula Rp24 ribu per kilogram, berangsur naik menjadi Rp28 ribu per kilogram, dan kini menjadi Rp30 ribu per kilogram.

“Tidak hanya telur ayam ras. Kenaikan harga juga terjadi pada telur ayam kampung, yang saat ini harganya mencapai Rp3.500. Atau ada kenaikan sebesar Rp1.999,” ujar Subiyanto.

Menurut Subiyanto, kenaikan harga telur ayam di pasar karena dipicu adanya kondisi pergantian cuaca yang dingin. Bahwa meski kemarau, tetapi setiap sore dan malam hari cuaca dingin, sehingga mengakibatkan produksi telur turun. “Ya, memang terjadi kenaikan harga telur. Akan tetapi, ketersediaan telur ayam masih mencukupi kebutuhan masyarakat,” kata Subiyanto.

Adapun saat ini pihaknya melakukan koordinasi dengan dinas terkait lainnya dan berkunjung ke peternak ayam untuk mengantisipasi melonjaknya harga telur di pasar. Subiyanto optimis harga telur akan turun dalam beberapa pekan ke depan.