Tenang, Santunan Kematian Tidak Distop

oleh -
Joko Tetuko, Kepala Dinsos Batang

BATANG – Meski Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi masyarakat terdampak Covid-19 resmi dihentikan, namun Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang memastikan bahwa pihaknya masih terus mengalokasikan anggaran santunan kematian maupun santunan disabilitas dan lansia pada APBD 2022.

“Santunan kematian masih ada, dimulai sejak 2017 dan saat ini terus berjalan. Masyarakat tidak mampu yang keluarganya meninggal dunia mendapat bantuan Rp 1 juta. Masyarakat bisa mendapatkannya melalui aplikasi e-Sakti,” ungkap Kepala Dinsos Kabupaten Batang, Joko Tetuko, kemarin.

Ia mengatakan, pada 2021 lalu, Dinsos Batang telah mencairkan dana santunan kematian bagi 2.664 warga kurang mampu. Di mana santunan sebesar Rp1 juta itu diberikan secara langsung kepada ahli waris. “Ya, pada tahun 2021 kemarin total anggaran santunan kematian yang dikeluarkan mencapai Rp 2.644 miliar,” ujarnya.

Joko menjelaskan, permohonan bantuan santunan tersebut sangat mudah dengan menggunakan aplikasi e-Sakti di desa masing – masing, yang dipandu oleh perangkat desa. Untuk persyaratan yang dibutuhkan adalah surat kematian, fotokopi KTP, dan Kartu Keluarga yang bersangkutan dan ahli waris. “Pengajuan dilakukan di tingkat desa. Perangkat desa akan langsung menginput data tersebut ke sistem yang telah disediakan,” katanya.

Dikatakannya, santunan kematian diperuntukkan bagi warga miskin yang terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun tidak. “Bagi warga miskin yang tidak tercatat di DTKS bisa mengajukan permohonan dengan menyertakan surat keterangan dari desa dilengkapi dengan foto rumah,” ujarnya.