Anggota DPRD Pertanyakan Pelaksanaan Dua Proyek

oleh -
Anggota DPRD Fraksi Amanat Indonesia Raya, Makmur S Mustofa.

KOTA – Anggota DPRD Kota Pekalongan dari Fraksi Amanat Indonesia Raya, Makmur S Mustofa mempertanyakan pelaksanaan dua proyek pembangunan di wilayah Pekalongan Utara yang sampai saat ini belum dimulai. Padahal menurutnya, dua proyek tersebut sudah teranggarkan dalam penetapan APBD tahun 2022.

Kedua proyek yang dimaksud yakni normalisasi saluran di Jalan Kusuma Bangsa yang sudah dianggarkan sebesar Rp20 miliar. Proyek tersebut sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan mulai dikerjakan. Yang kedua yakni proyek peninggian jalan atau perbaikan saluran di Jalan Samudera Pasai yang juga belum terlihat akan digarap.

“Pertama kami apresiasi Pemkot yang sudah melaksanakan sejumlah program penanganan banjir di Kota Pekalongan. Alhamdulillah sampai saat ini sudah ada progres untuk penanganan banjir di utara. Tapi kami juga mempertanyakan beberapa proyek yang termasuk dalam bagian untuk penanganan banjir tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda kapan akan dilaksanakan,” tuturnya dalam Rapat Paripurna DPRD, kemarin.

Peninggian Jalan Samudera Pasai, lanjut Mustofa, bahkan tak teranggarkan dalam penetapan APBD tahun 2022. Padahal usulan tersebut sudah masuk dalam musrenbang mulai dari tingkat kelurahan hingga ke tingkat kecamatan. “Karena saat banjir besar, di situ menjadi titik yang terendam cukup dalam padahal mnerupakan salah satu akses utama. Kami sempat komunikasi dengan DPUPR tapi ternyata tidak teranggarkan dalam penetapan APBD 2022,” ujarnya.

Dia meminta jika memang proyek tersebut belum teranggarkan agar bisa masuk dalam perubahan APBD 2022 karena proyek tersebut merupakan aspirasi masyarakat Pekalongan Utara. “Sudah masuk musrenbang peninggian Jalan Samudera, sepaham masyarakat itu adalah Jalan Samudera Pasai,” katanya.