Pembangunan Resto Pengganti Tak Ada Kejelasan, Investor Lokal Pertanyakan Komitmen dan Profesionalisme PT KITB

oleh -
Pembangunan resto pengganti di KITB hingga saat ini masih berupa rangka baja saja, sedangkan pengerjaannya hingga kini belum ada kelanjutannya.

BATANG – Komitmen Manajemen PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) untuk menyelesaikan pembangunan resto pengganti bangunan yang sudah direbohkan, mulai dipertanyakan oleh pihak Investor lokal.

Pasalnya, hingga saat ini tidak ada kepastian kelanjutan pembangunannya, dan yang ada hanya kerangka baja saja di lokasi yang baru. Padahal, dalam perjanjian, pihak manajemen menyatakan akan menyelesaikan pembangunan pada bulan Mei 2022 lalu.

“Perjanjian kesepakatan relokasi sudah ada berita acaranya. Tapi kenyataannya hingga kini tidak kunjung selesai, sehingga kami mulai ragu akan komitmen dan profesionalisme dari jajaran manajemen PT KITB,” ungkap investor lokal pembangunan kafe m resto, Juhara Sulaelam, Jumat (19/08/2022).

Juhara mengungkapkan, sesuai hasil rapat terakhir, pihak investor akan dibuatkan bangunan baru yg sepadan dengan yang sudah dirobohkan di dekat Marketing Geleri mulai 10 Februari 2022 dan selesai di 10 Mei 2022. Namun karena ada libur puasa dan Idul Fitri, pihak investor memberikan toleransi hingga Mei 2022 bisa serah terima bangunan baru.

“Namun nyatane sampe sekarang belum ada progres yg signifikan. Eh malah sekarang terkesan mangkrak, tidak ada aktivitas proyek pembangunan resto,” kata Juhara.

Juhara menyebut bahwa Investasi pihaknya di KITB resmi dan ada perjanjian kerjasama dengan pihak manajemen yang ditandangani direktur utama KITB. Investasi itu tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengembangan resto dan kafe PT Kawadan Industri Terpadu Batang dengan koperasi Bhakti Makmur Jaya.

“Kami telah melakukan berbagai cara untuk menjalin komunikasi dengan pihak PT KIT Batang, guna menanyakan progres dan kejelasan pembangunan resto, etapi tidak ada satu pun yang krusial. Saya berusaha ngejar pun, seperti angin lalu,” jelasnya.

Hingga detik ini pun, Juhara Sulaiman menyatakan tidak ada komunikasi dari pihak Manajemen KIT Batang. “Tidak ada komunikasi apapun baik lewat telepon maupun wa,” lanjut Juhara. 

Ia pun menyatakan awal berinvestasi di KIT Batang ingin mendapatkan keuntungan. Tapi yang didapat malah kerugian. 

Juhara sudah menyampaikan tuntutannya yaitu pihak manajemen KITB untuk mengganti segala kerugian materiil maupun imateriil. Tapi hingga kini tidak ada itikad apapun dari manajemen KITB. 

“Saya pun ndak menyangka kalau bonafiditas mereka seperti ini. Kalau permasalahan ini tidak ada penyelesaian, saya akan berbicara di jalanan,” tukasnya. 

Ia pun berharap ada solusi yang terbaik bagi kami dan bagi pihak PT KIT Batang, agar nantinya tidak menjadi preseden buruk. 

“Saya inginnya win win solution. Katanya terbuka untuk investasi, tapi investor lokal justru di sia-sia,” tandas Juhara.

Sebelumnya Direktur Utama PT KIT Batang, Galih Saksono ketika dikonfirmasi awak media menyatakan bahwa untuk bangunan resto dipindahkan ke kawasan komersil area yang dekat dengan bangunan pabrik siap pakai dan pabrik besar yang siap beroprasi. Sehingga diharapkan bisa lebih eksis di lokasi tersebut.

Pihaknya juga membantah ada masalah dalam relokasi restoran itu dan saat ini sedang dibangun dan sedang berjalan. Sedangkan untuk target sendiri akan selesai pada akhir tahun.

“Engga, engga ada masalah, lancar semua saat ini sedang dibangun dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun,” pungkasnya pada awak media yang menemuinya disela-sela kegiatan di KIT Batang.

Sebelumnya, keberpihakan pendirian KITB pada pengusaha lokal menjadi perhatian khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Hal itu disampaikan ketua DPRD Batang, Maulana Yusup. 

“Itu jadi salah satu perhatian khusus di DPRD, karena banyak sekali pengusaha lokal Batang yang mengadu ke dewan,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di SMK Sekar Bumi Nusantara, Kecamatan Gringsing, Kabupaten  Batang, Senin (15/8). 

Ia mengakui, saat ini belum punya akses yang begitu luas ke KITB. Alasannya karena KITB merupakan proyek strategis nasional atau PSN. 

Ketua Komisi C DPRD Batang Tofani Dwi Arieyanto menambahkan sudah saat KITB menunjukkan komitmen pada kearifan lokal. Komitmen itu sudah berulangkali disampaikan manajemen KITB hingga Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia. 

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan untuk tenaga kerja lokal harus jadi prioritas penyerapan tenaga kerja. Kemudian, pengusaha atau investor lokal juga jangan sampai dilupakan. 

“Berkali-kali kami selalu bilang bahwa rakyat Batang jangan hanya jadi penonton,” tutup Tofani. (don)