KPU Temukan Hal Aneh, Orang Meninggal Tapi Masih Hidup

oleh -
COKTAS - KPU Kabupaten Pekalongan lakukan coktas. Bawaslu ikut mengasinya.

KAJEN – KPU Kabupaten Pekalongan lakukan pencocokan terbatas (coktas) data pemilih. Temuan hal aneh dan menarik pun muncul. Salah satunya didata orang sudah meninggal, namun secara de facto ternyata orang itu masih hidup. Itu jumlahnya sampai puluhan.

Anggota KPU Kabupaten Pekalongan, Lailatul Izzah, kemarin, mengatakan, KPU Kabupaten Pekalongan dapat kiriman data dari KPU RI. Dari data-data itu diambil sampel untuk dilakukan coktas.

“Coktas itu pencocokan tapi terbatas, kalau coklit semuanya. Per pemilih. Door to door. Kalau coktas ini kita hanya ambil sampelnya saja. Kita ambil sampelnya per kategori itu 100 pemilih. Tapi kami ambilnya lebih,” terang dia.

Dari data yang diterima dari KPU, ada tiga kategori yang dicoktas. Yaitu kategori ganda, meninggal dunia, dan data tidak padan.

“Dari data-data ini kita kemudian kroscek ke bawah. Metodenya kita turun ke desa-desa atau kelurahan lalu data itu kita sandingkan dengan data di desa/kelurahan,” kata dia.

Dari data yang diterima, KPU Kabupaten Pekalongan awalnya menargetkan coktas untuk data ganda sebanyak 200 pemilih, meninggal ditarget 100 pemilih, dan data tidak padan 100 pemilih.

“Alhamdulillah untuk ganda dan meninggal kita sudah melampui target. Yang tidak padan itu belum,” tandasnya.

Coktas dilakukan untuk persiapan Pemilu 2024. Tanggal 14 Oktober, pihaknya sudah mendapatkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4). “Ini persiapan dengan adanya data dari KPU RI. Data ini ditindaklanjuti di pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Dimana tiap bulan kita adakan itu. Data-data yang sudah kita filter kita coktas. Kita follow up-nya di pemilih berkelanjutan. Karena nanti data pemilih berkelanjutan ini salah satu yang dijadikan data sandingan DP4,” ujarnya.