Tunda Relokasi Pedagang Kuliner Alun-Alun

oleh -
AUDIENSI - DPRD menerima audiensi dari pedagang kuliner Alun-alun yang mengadukan permasalahan terkait rencana relokasi ke bangunan di baru di Pasar Sugihwaras.

*Rekomendasi Komisi B DPRD

KOTA – Komisi B DPRD Kota Pekalongan meminta agar rencana relokasi pedagang kuliner Alun-alun ke Pasar Sugihwaras Baru agar ditunda. Hal itu menjadi rekomendasi yang dikeluarkan Komisi B dalam audiensi bersama pedagang kuliner Alun-alun Kota Pekalongan yang tergabung dalam paguyuban Estu Boga, Kamis (2/6/2022).

Dalam audiensi, pedagang juga didampingi Aliansi Paguyuban Pedagang Kaki Lima Pekalongan (AP2KP). Kedatangan perwakilan pedagang dalam rangka mencari solusi terkait rencana relokasi dari Alun-alun ke Pasar Sugihwaras Baru. Pedagang menolak pindah ke lokasi baru karena dinilai tidak representatif baik dari segi luas kios yang disediakan maupun aksesibilitas yang juga tidak layak.

Pemkot Pekalongan sebelumnya berencana mulai melakukan relokasi pedagang Alun-alun ke Pasar Sugihwaras Baru pada bulan ini. Mereka akan dipindah ke bangunan baru di eks Pasar Senggol. Relokasi tersebut berkaitan dengan rencana Pemkot untuk menata Alun-alun menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Rekomendasi penundaan relokasi dikeluarkan setelah Komisi B mendengarkan keluhan dan paparan dari perwakilan pedagang tentang kondisi lokasi baru. Di lokasi tersebut, masing-masing pedagang hanya mendapatkan kios dengan luas 2 x 2,4 meter. Luasan tersebut dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan para pedagang.

“Rekomendasi dari Komisi B, pemindahan pedagang khusus untuk Estu Boga (pedagag kuliner) agar dipending terlebih dulu. Pemindahan tidak harus tergesa-gesa sambil mencari solusi yang baik,” tutur Ketua Komisi B, Jecky Zamzami.

Pihaknya juga akan mencoba berkomunikasi dengan Wali Kota Pekalongan terkait tindaklanjut rekomendasi tersebut. Seperti kemungkinan perubahan Detail Engineering Design (DED) pembangunan Alun-alun yang sudah jadi, hingga penyusunan kembali rencana penataan Alun-alun yang dapat menghilangkan kesan semrawut dan kumuh namun tetap mengakomodir keberadaan pedagang kuliner.