Jumlah Penyapu Jalan dan Mobil Sampah Belum Memadai

by -
KEKURANGAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal masih kekurangan tenaga kebersihan atau penyapu jalan.

*DLH Programkan Mobil Sampah per Kecamatan

KENDAL – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal masih kekurangan tenaga kebersihan atau penyapu jalan. Saat ini DLH hanya memiliki 298 orang penyapu jalan yang tersebar di 20 kecamatan. Selain itu, jumlah mobil pengangkut sampah juga terbatas, karena dari 17 unit mobil yang ada, hanya 7 unit mobil pengangkut sampah yang bisa dioperasikan.

Kepala DLH Kendal, Aris Irwanto mengatakan, dengan ketersediaan sarpras dan SDM yang ada saat ini, maka tidak bisa maksimal untuk menjangkau semua wilayah. Jumlah tenaga kebersihan jalan terlalu sedikit, sehingga tidak bisa mengcover semua wilayah di Kendal atas dan Kendal bawah. Rencananya, DLH bakal memprogramkan satu unit mobil bak sampah per kecamatan dengan menambah armada.

“Kendal ini wilayahnya luas, maka dengan jumlah SDM yang terbatas dan sarprasnya masih sangat kurang, sehingga perlu kepedulian warga, dan partisipasi aktif terkait kebersihan lingkungan,” katanya.

Aris mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan produksi sampah, di antaranya bekerjasama dengan pemerintah desa dan pegiat lingkungan untuk memilah sampah. Upaya ini untuk menekan produksi sampah supaya daya tampung tempat pembuangan akhir (TPA) tidak cepat penuh.

“Jika produksi sampah tidak bisa ditekan, TPA Baru Darupono yang kini menjadi TPA satu-satunya yang masih beroperasi bakal penuh dalam jangka waktu 2-3 tahun mendatang, sehingga perlu dicegah sedini mungkin,” tandasnya.

Pengelola Bank Sampah Induk (BSI) Kendal, Nunu Sarah Zenubia berharap, semua rumah bisa mengelola sampah sendiri, dengan melakukan pilah sampah. Pasalnya, dengan pemilahan sampah ini, selain bisa mengurangi sampah yang dibuang, juga bisa menghasilkan uang.

“Pemilihan sampah ini, solusi yang paling bagus, karena bisa sampai zero sampah yang terbuang, karena semua sampah masih bisa dimanfaatkan, baik sampah organik maupun sampah anorganik,” jelasnya. (lid)