Jembatan Sungai Bulanan Dibangun Ulang

by -
DIPERBAIKI - Jembatan Sungai Bulanan di Kecamatan Weleri, penghubung dengan Kecamatan Gemuh, Pegandon, dan Ringinarum diperbaikai.

*Pemkab Anggarkan Rp 8,9 M dari DAK

KENDAL – Jembatan Sungai Bulanan di Kecamatan Weleri, penghubung dengan Kecamatan Gemuh, Pegandon, dan Ringinarum tengah dibangun ulang. Jembatan tersebut sebelumnya mengalami penurunan konstruksi akibat terhantam banjir terus menerus. Pemerintah Kabupaten Kendal menggelontorkan anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 8,9 miliar untuk merubah konstruksi jembatan agar lebih kokoh.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, perbaikan jembatan ini menjadi satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Kendal. Jembatan yang terletak di ruas Jalan Weleri-Sedayu menjadi akses representatif bagi masyarakat Weleri dan sekitarnya, sehingga menjadi perhatian khusus pemerintah daerah agar segera diperbaiki.

“Dengan pembangunan ini, akses jalan ditutup sementara. Melalui anggaran Rp 8,9 miliar, ini bagian dari upaya untuk menyelesaikan infrastruktur di Kabupaten Kendal. Setelah ini di tahun yang sama, akan dilakukan pembangunan dua jembatan yang mengarah ke Kecamatan Patean. Di Kalibareng dan Kalices,” ungkapnya, Minggu (14/8/2022).

Dico menegaskan, pemerintah daerah bakal berupaya penuh menyelesaikan infrastruktur yang belum dibangun dan perlu diperbaiki. Sepanjang tahun ini, katanya, Pemkab Kendal mengalokasikan dana pembangunan dan perbaikan infrastruktur Rp 130 miliar dari APBD, DAK, dan Banprov. Dia manargetkan semua infrastruktur di Kabupaten Kendal selesai terbangun pada 2023 mendatang, untuk penunjang tumbuhnya perekonomian masyarakat.

“Kami berupaya, bagaimana kawasan strategis bisa dikembangkan dengan kelayakan infrastruktur, sehingga bisa membangun ekonomi masyarakat. Tahun ini sudah kami anggarkan cukup besar dengan anggaran perubahan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiono mengatakan, selain dibangun ulang, kualitas jembatan Sungai Bulanan juga akan ditingkatkan mejadi kerangka baja. Selain itu, katanya, panjang jembatan ditambah menjadi 50 meter, lebar jembatan ditambah menjadi 7 meter, dan dilakukan peninggian jembatan satu meter.

Sugiono mengatakan, perbaikan jembatan ini dimulai pada awal Juni lalu, dan berakhir pada pekan pertama Desember, sehingga dilakukan penutupan akses jalan sementara. Namun demikian, pihaknya menarget, akhir November nanti jembatan bisa dilalui kembali dengan kapasitas lebih dari 10 ton.

“Kami konsep jembatan rangka baja, pakai tiang pancang sebagai pondasi, dan tidak ada pilar di tengah jembatan, sehingga tidak menghalangi arus sungai. Panjang jembatan juga ditambah 10 meter, dan lebarnya ditambah 1 meter,” terangnya. (lid)