Bupati Titip Tenaga Kerja Lokal di KITB

by -

*Kemnaker Siap Bantu Penyiapan Kompetensi

BATANG – Sebagai proyek strategis nasional (PSN), Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) diproyeksi bakal menyerap 282 ribu tenaga kerja hingga tahun 2031 mendatang. Bahkan, dalam kurun waktu 2023 hingga 2024, kebutuhan tenaga kerja KITB sudah mulai dibuka dengan proyeksi mencapai 20.613 orang.

Dengan adanya peluang pengentasan angka pengangguran di wilayahnya itu, Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, menyatakan komitmennya untuk memprioritaskan penyiapan tenaga kerja lokal agar dapat bekerja di dalam kawasan industri besar tersebut.

“Kami telah usulkan pada PT KITB agar memprioritaskan pekerja lokal agar terserap di perusahaan yang berada di kawasan industri terpadu,” ujar Lani usai menerima kunjungan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, di KITB baru-baru ini.

Ia mengatakan, Pemkab akan terus mendukung pengembangan proyek di kawasan industri terpadu tersebut, karena nantinya diharapkan dapat menumbuhkembangkan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja.

“Oleh karena itu, kami titip pada PT KITB dapat memprioritaskan terlebih dahulu pada tenaga kerja lokal. Jangan sampai mereka hanya menjadi penonton saja di tanah kelahirannya,” tegas Lani.

Apalagi, kata dia, KIT Batang dipilih oleh Presiden Joko Widodo menjadi tumpuan industri di Indonesia dan memberikan kesempatan kerja seluas-luasnya bagi pencari kerja.

“Saat ini saja pada fase pertama sudah ada 12 tenant (penyewa) yang sepakat berinvestasi di KITB. Dari 12 tenant itu rencananya ada tiga tenant yang akan beroperasi pada pertengahan tahun 2023,” katanya.

Lani pun meminta dukungan Kementerian Tenaga Kerja untuk melakukan perbaikan pada kesenjangan kompetensi tenaga kerja di Kabupaten Batang. “Masalah kesenjangan kompetensi tenaga kerja lokal juga harus diselesaikan di Batang. Maka kami harapkan Ibu Menaker dapat terus memantau perkembangan kesiapan tenaga kerja di KIT Batang agar tenaga kerja lokal banyak yang berhasil diserap,” ungkapnya.

DIRESPON KEMNAKER
Permintaan Pj Bupati Batang itu rupanya ditangkap oleh Kemenaker Ida Fauziyah. Dalam kunjungan kerjanya di KITB untuk meresmikan Anjungan SIAPKerja, Ida Fauziyah pun menyatakan siap memberikan dukungan dengan meningkatkan kompeten para tenaga kerja lokal.

“Kita berharap masyarakat di sekitar KITB tidak hanya menjadi penonton. Kita akan siapkan mereka menjadi tenaga kerja yang kompeten sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di kawasan ini,” ujar Menaker.

Pihaknya telah membuat beberapa kebijakan untuk mendukung KITB. Beberapa di antaranya, yaitu menyusun proyeksi makro rencana tenaga kerja dan mikro di KITB, mengembangkan sistem pasar kerja, meningkatkan kualitas dan kapasitas pelatihan kompetensi di Kabupaten Batang dan sekitarnya.

Kemnaker juga akan menyiapkan BLK di KITB. Luasnya mencapai 5 hektar. Proyek itu akan menjadi perencanaan Kemnaker tahun 2023. Itu untuk peningkatan kualitas dan kapasitas pelatihan kompetensi di sekitar KITB. Kemudian sertifikasi kompetensi dengan mengembangkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sesuai kebutuhan industri, serta memperkuat dan mengembangkan Bursa Kerja Khusus (BKK). (fel)