Jumlah Kasus TBC yang Terlacak Menurun

by -
PENYEGARAN - Dinas Kesehatan mendampingi kader binaan MSI untuk penyegaran dalam pendampingan dan penemuan kasus TBC.

*Akibat Pandemi Covid-19

KOTA – Jumlah penderita TBC di Kota Pekalongan yang terlacak semakin menurun. Pandemi Covid-19 yang terjadi selama dua tahun membuat masyarakat enggan datang ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes). Padahal, dengan jumlah penduduk mencapai 309 ribu jiwa, setidaknya 1.109 kasus harus ditemukan untuk memutus kasus TBC di Kota Pekalongan.

Sementara berdasarkan data Dinas Kesehatan, pada tahun 2021 hanya dotemukan 548 kasus dan pada tahun 2022 sejak Januari hingga Juni hanya ditemukan 330 kasus.

Hal itu diungkapkan Kabid Kesehatan Masyarakat, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan, Indah Kurniawati dalam kegiatan penyegaran kader se-kota Pekalongan dalam pendampingan dan penemuan kasus tuberkulosis (TBC) bersama kader binaan Mentari Sehat Indonesia (MSI), di Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, Selasa (9/8/2022).

Indah berharap, dengan melandainya kasus covid-19, seluruh kader dapat menggiatkan kembali tugas mereka di lapangan. Agar penemuan kasus suspek tidak hanya menunggu dari data yang masuk dari fasyankes tetapi dapat dibantu oleh kader dengan terjun ke lingkungan masyarakat.

“Dibantu kader semoga target ini bisa kita tuntaskan bersama. Penderita TBC yang sudah terdeteksi 100 persen harus kita obati sampai sembuh,” tuturnya.