Warga Terdampak Tol Ajukan Gugatan

by -
SIDANG GUGATAN - Proses sidang pertama kasus perselisihan dan sengketa bidang tanah yang digelar di Pengadilan Negeri Batang, Selasa (9/8/2022).

*Belum Terima Ganti Rugi Sejak 2016

BATANG – Warga Desa Masin, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang melayangkan gugatan pada proyek pembangunan jalan tol Trans Jawa. Gugatan dilayangkan oleh Hj Masriyah, selaku pemilik lahan yang terkena dampak pembangunan jalan bebas hambatan itu.

Kuasa Hukum Hj Masriyah, M Maizun Chozin mengatakan, bahwa kliennya menuntut uang ganti rugi atas lahan yang sudah digunakan sebagai jalan tol. “Jadi, lahan milik klien kami ada seluas 800,01 meter persegi yang terkena dampak pembangunan jalan tol pada 2016 lalu. Dan hingga saat ini klien kami belum menerima uang ganti rugi itu,” ujar Maizun ditemu di Pengadilan Negeri Batang, Selasa (9/8/2022).

Maizun mengatakan, bahwa ada kesalahan pada proses validasi yang dilakukan oleh pelaksana pengadaan tanah, dalam hal ini BPN Kabupaten Batang, sehingga menyebabkan kliennya tidak menerima uang ganti rugi.

“BPN telah melakukan kesalahan dalam melakukan validasi bidang tanah milik Hj Masriyah. Jadi yang divalidasi oleh BPN adalah tanah milik orang lain, sehingga tanah milik Hj Masriyah yang kini sudah dibangun jalan tol tidak terdaftar dalam validasi tersebut,” terangnya.

Menurut Maizun, dengan adanya kesalahan pada proses validasi itu menyebabkan Hj Masriyah tidak menerima uang ganti rugi, yang jika dihitung bisa mencapai Rp600 jutaan.

“Ya, pada akhirnya Hj Masriyah tidak menerima uang ganti rugi, tapi yang menerima uang ganti rugi justru orang lain. Karena pihak Pejabat Pembuat Komitmen Tol Pemalang Batang mengatakan telah membayarkan uang ganti rugi tersebut,” katanya.

Adanya kesalahan itu, maka pihaknya menggugat Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Batang, Pejabat Pembuat Komitmen Tol Pemalang Batang, dan PT Pemalang Batang Tol Road di Pengadilan Negeri Batang.