10 Syuro, Puluhan Benda Pusaka Dijamas

by -
JAMAS - Sanggar Kejeling bersama Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) Kendal Korwil Jawa Tengah menggelar prosesi ritual penjamasan benda pusaka.

KENDAL – Sanggar Kejeling bersama Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) Kendal Korwil Jawa Tengah menggelar prosesi ritual penjamasan benda pusaka. Penjamasan diikuti puluhan pemilik benda pusaka, Minggu (7/8/2022) malam. Tradisi ritual penjamasan ini rutin dilakukan setiap tanggal 10 Syuro atau Muharram.

Para pemilik benda pusaka yang hadir membawa benda pusaka dan sebagian besar mengenakan pakaian adat Jawa. Ada puluhan benda pusaka yang sebagian besar berupa keris ditata untuk dilakukan penjamasan. Juga disediakan sesaji atau hidangan makanan, seperti nasi tumpeng, ingkung ayam, jajanan pasar, pisang, kelapa dan lainnya yang akan dimakan bersama setelah selesai penjamasan.

Ketua SNKI Kendal Korwil Jawa Tengah, Rinto Murdomo, budayawan Mpu Keris menjelaskan, bahwa tradisi ritual penjamasan benda pusaka untuk masyarakat umum dilakukan tiap tanggal 10 Syuro, sedangkan tiap tanggal 1 Syuro dilakukan oleh keluarga keraton.

“Kenapa tiap tanggal 10 Syuro ini, karena yang tanggal 1 Syuro atau 1 Muharram itu untuk keluarga keraton, sedangkan untuk tanggal 10 Syuro dan seterusnya itu penjamasan benda pusaka untuk masyarakat,” jelasnya.

Rinto menjelaskan, ritual penjamasan ini merupakan doa sebelum melakukan penjamasan atau pembersihan benda pusaka supaya bersih dari korosi atau karat. Bahan yang digunakan untuk penjamasan adalah air kelapa dan minyak wangi. Tujuan ritual penjamasan juga untuk membersihkan raga dan hati pemilik benda pusaka, agar hatinya lebih bersih, lebih baik dan lebih menyenangkan dari tahun kemarin.