Wajibkan Siswa Memakai Sarung

by -
DAMPINGI - Kepala MTs In Banyurip Ageng, Kyai Masrur Kaukab SPdI sedang melakukan pemantauan kepada siswanya, kemarin.

*MTs In Banyurip Ageng

KOTA – Untuk meningkatkan kualitas akhlak siswa, MTs In Banyurip Ageng menerapkan kewajiban bagi siswa dan siswinya untuk memakai sarung, seperti santri dalam pondok pesantren.

Kepala MTs In setempat, Kyai Masrur Kaukab SPdI mengatakan, dengan memakai sarung diharapkan menginspirasi siswa maupun siswi MTs In untuk meniru akhlaknya santri di Ponpes. Mengingat filosofi sarung sebagai ‘sarune dikurung’. Artinya, sarung merupakan instruksi kehidupan, agar manusia mengedepankan rasa malu, tidak sombong, tidak arogan, apalagi sembrono.

“Saling menghormati diutamakan, yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda. Karena manusia mempunyai lima dimensi yang harus dikendalikan; pikiran (akal), perasaan (hati), ucapan, tindakan, dan hawa nafsu. Dan ‘sarung (sarune dikurung)’ mempunyai makna agar manusia mampu mengendalikan hawa nafsunya,” tambahnya.

Sarung menjadi salah satu pakaian kehormatan untuk menunjukkan nilai kesopanan yang tinggi di masyarakat. Makanya, sarung sering dipakai untuk shalat di masjid. Biasanya laki-laki mengenakan atasan baju koko, sedangkan bawahannya menggunakan sarung. Sedangkan, wanita memakai atasan mukena, sedangkan bawahannya menggunakan sarung. “Dengan memakai sarung, kami berdoa dan berikhtar untuk melahirkan lulusan MTs IN yang ber akhlakul karimah. Mengingat kami mengelola 600 anak,” tegasnya.

Dalam pantauannya, sambung Masrur, belum ada sekolah di Kota Pekalongan yang menerapkan kewajiban siswanya memakai sarung. “Makanya, insya Allah, MTS In yang pertama,” bebernya.

Sementara itu, Ketua OSIS MTS In, Muhammad Miqdam Syauqi Almusfiqi mengaku senang dengan kebijakan baru, memakai saring setiap hari Ahad. “Saya dan teman-teman menyambut positif. Sebab, selain nyaman memakai sarung. Juga termotivasi untuk meniru akhlaknya para santri,” pungkasnya. (dur)