Cegah Aksi Perundungan, Mahasiswa KKN Undip Lakukan Sosialisasi Anti Bullying

by -

Pekalongan – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro melakukan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying kepada siswa/i Sekolah Dasar Negeri Kraton Kota Pekalongan. Program ini dilaksanakan berkaitan dengan tema SDG’s No. 4 terkait pendidikan berkualitas yang di dalamnya termasuk pencegahan perundungan.

Tujuannya, untuk memberikan edukasi terhadap anak SD Keraton Kota Pekalongan mengenai perundungan, dengan harapan semakin banyak siswa/i yang waspada terhadap perundungan.

Bullying atau perundungan adalah bentuk penekanan satu individu atau kelompok dengan individu lain dengan tujuan mengintimidasi dan membuat korban tidak berdaya.

Sedihnya, masih banyak yang belum familiar mengenai perundungan ini dan bukan sedikit pula yang menganggap perundungan adalah bentuk bercandaan yang dilakukan anak sehingga hal itu banyak diwajarkan dengan dalih hanya sekedar candaan seorang anak.

Sehubungan dengan perundungan, gerakan anti bullying yang dilakukan ini erat kaitannya dengan lingkungan sekitar yang aman, baik secara fisik maupun mental. Hal itu bisa menjadi prasyarat proses belajar yang berkualitas.

Bullying akan sangat berpengaruh pada prestasi belajar dan perkembangan anak jangka panjang. Oleh karena itu, sosialisasi mengenai anti bullying ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kepada anak agar lebih mengerti berbagai buruknya bullying itu, sehingga mereka bisa mempelajari dan menerapkannya sendiri dari usia yang terhitung dini.

Selain itu, anggapan serta nilai yang timbul dari masyarakat juga bisa mempengaruhi proses belajar dan tumbuh kembang anak. Karena hal itu pula, mahasiswa hadir untuk memberikan sekedar psikoedukasi terkait bahaya bullying, cara mengatasi, serta cara mencegah terjadinya bullying.

Dari adanya sosialisasi tersebut, Guru serta Kepala Sekolah Dasar Negeri Keraton mengharapkan siswa/i memahami sederet tentang bullying ini, sehingga siswa/i juga dapat ikut andil dalam perwujudan lingkungan yang aman, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Mereka juga berharap adanya sosialisasi ini bisa meningkatkan kesejahteraan bagi siswa/i. Dimulai dari satu sekolah, bila semua anak sejahtera maka negara pun dapat lebih maju dan berkualitas karena peran anak-anak berkualitas sebagai penerus bangsa. (mal)