UPK eks PNPM Mandiri Perdesaan Salurkan Bansos

by
LAUNCHING - Unit Pengelola Kegiatan (UPK) eks PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Kendal melaunching dana sosial sebesar Rp 655.244.000.

KENDAL – Unit Pengelola Kegiatan (UPK) eks PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Kendal menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada 3.217 warga kurang mampu di 16 kecamatan di Kabupaten Kendal. Total dana sosial yang dikelola lembaga ini sebesar Rp 655.244.000. Penyaluran bansos secara simbolik dilaunching oleh Bupati Kendal.

Ketua Asosiasi UPK Kabupaten Kendal, Tri Winarto mengatakan, meski program PNPM sudah dibubarkan pemerintah pada tahun 2014 lalu, namun program kerjanya masih berlanjut secara mandiri. Bahkan selama tahun 2021 pengelolaan kelembagaan menghasilkan surplus atau keuntungan dari alokasi anggaran bergulir sebanyak 655.244.000.

“Secara mandiri, para pekerja melanjutkan program kerjanya dengan memberikan dana stimulan bergulir yang sangat membantu para pengusaha kecil UKM, sehingga dibentuk Unit Pengelola Kegiatan (UPK) yang diprakarsai para petugas eks PNPM,” katanya, kemarin.

Setiap tahunnya UPK menyisihkan keuntungan minimal 15 persen dari surplus untuk memberikan bantuan kepada anak yatim piatu, lansia jompo serta rumah tangga miskin. Akumulasi modal bergulir dari tahun 2007 sebesar Rp 26.455.776.760 menjadi 78.485.330.093. “Dari tahun 2007 sampai sekarang sudah bisa memberikan dana sosial sebesar Rp 8.894.790.800, dengan jumlah penerima sebanyak 37.194 orang,” ungkapnya.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, mengapresiasi program UPK eks PNPM Kabupaten Kendal. Bupati mengatakan, Pemkab terus berupaya agar angka kemiskinan dari tahun ke tahun persentasenya semakin menurun. Penanganan kemiskinan harus bertumpu pada upaya pemberdayaan masyarakat miskin yang dilakukan berkelanjutan sampai pada penguatan modal usaha dan pendampingan manajemen usaha. “Salah satu program pemberdayaan masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan adalah melalui eks PNPM seperti ini,” ucapya.

Pada kesempatan itu juga ada pemberian SK kepada empat kepala desa yang dijadikan kawasan perdesaan padang sumampir, yakni Desa Pakis, Peron, Sumber Rahayu, dan Desa Gondang Kecamatan Limbangan. Empat desa tersebut sangat berpotensi menjadi desa wisata, baik wisata alam maupun wisata modern. (lid)