Duh, 6.000 Ha Lahan Pertanian Hilang

by
PAPARKAN - Dispaperta Batang saat pemaparan optimalisasi lahan pertanian di Ruang Abirawa Bupati, Kabupaten Batang, Rabu (3/8/2022).

*Terdampak Pembangunan Infrastruktur

BATANG – Menggeliatnya aktivitas pembangunan di Kabupaten Batang membawa konsekuensi bagi upaya menjaga ketahanan pangan. Pasalnya, akibat pembangunan infrastruktur, luasan lahan pertanian produktif harus tergusur.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang, Susilo Heru Yuwono menyebut lahan pertanian sawah di Batang masih menyisakan luasan 16.775 hektar. Padahal, di tahun 2011 lalu, luasan lahannya mencapai sekitar 23 ribu hektar. Artinya ada sekitar 6.000 hektar lahan pertanian yang hilang terdampak pembangunan infrastruktur.

Hal ini diungkapkan Heru usai pemaparan optimalisasi lahan pertanian di Ruang Abirawa Kantor Bupati Batang, Rabu (3/8/2022). Data ini bersumber dari sistem informasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Dikatakannya, hilangnya luasan lahan ini merupakan imbas adanya pembangunan infrastruktur. Seperti Jalan Tol, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), dan juga adanya musibah rob.

“Tahun 2011 itu masih ada 23 ribu hektar, sekarang tinggal 16.775 hektar itu di LP2B. Panennya sudah turun dari 218 ribu ton sekarang menjadi 185 ribu ton per tahun,” ujar Heru.