100 Juta Batang Rokok Ilegal Rugikan Negara Rp600 Juta

by
OPERASI - Petugas gabungan saat melakukan operasi untuk memberantas peredaran rokok ilegal di Kota Pekalongan

*Hasil Temuan Bea Cukai Tegal

KOTA – Keberadaan rokok ilegal, baik rokok tanpa cukai maupun rokok dengan cukai palsu menyebabkan timbulnya kerugian negara yang tidak sedikit. Hasil temuan Kantor Perwakilan Bea Cukai (KPBC) Tegal yakni sebanyak 100 juta rokok ilegal diperkirakan menimbulkan kerugian negara mencapai Rp600 juta.

Hal ini disampaikan Wali Kota Pekalongan A Afzan Arslan Djunaid saat talk show di Radio Kota Batik, kemarin. Menurut Aaf, masyarakat Kota Pekalongan tak boleh membeli rokok ilegal karena merugikan negara. Dari 100 juta batang rokok ilegal yang ditemukan Bea Cukai Tegal sudah merugikan negara sekitar Rp600 juta.

Untuk itu Wali Kota mengajak masyarakat Kota Pekalongan untuk tidak membeli rokok ilegal. “Dari dana cukai ini, Kota Pekalongan telah menerima bantuan dana untuk kegiatan pelatihan keterampilan. Seperti beberapa waktu lalu pelatihan dengan dana Bea cukai digelar di UPTD BLK Kota Pekalongan,” jelas Aaf.

Dia juga menyatakan komitmen Pemkot Pekalongan untuk terus menekan peredaran rokok ilegal. Meskipun sejak Januari sampai Juni 2022 tak ada temuan rokok ilegal di Kota Pekalongan, pihaknya tetap waspada. Pasalnya Kota Pekalongan ini menjadi jalur distribusi peredaran rokok ilegal, sehingga Pemkot Pekalongan terus waspada.

“Pemerintah Kota Pekalongan melalui Satpol P3KP Kota Pekalongan rutin menggelar sidak ke pasar-pasar dan toko kelontong bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bea Cukai (KPBC) Tegal. Hal lain yang dilakukan adalah melalui sosialisasi yang menyasar berbagai elemen masyarakat,” terangnya.