Pusat Rehabilitasi Narkoba di Jateng Masih Minim

by -
RAKOR - Pj Bupati Batang mengikuti Rapat Koordinasi Pengembangan dan Pembinaan Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) di Hotel Sahid Mandarin, Kota Pekalongan, Rabu (3/8/2022).

*BNNK Dukung Rencana Pemkab Buka Layanan Rawat Inap

BATANG – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batang mendukung penuh rencana Pemerintah Kabupaten Batang untuk menyediakan tempat rawat inap bagi para pecandu narkotika dan obat berbahaya agar mereka dapat disembuhkan dari ketergantungan. Terlebih, ketersediaan pusat rehabilitasi di Jawa Tengah terbilang masih minim.

“Kami mengapresiasi kebijakan Kejaksaan Agung yang memerintahkan pada jajaran di bawahnya, termasuk kesiapan pemkab agar menyiapkan tempat rehabilitasi bagi pecandu narkoba,” ujar Kepala BNN Kabupaten Batang Khrisna Anggara usai Rapat Koordinasi Pengembangan dan Pembinaan Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba di Batang, Rabu (3/8/2022).

Khrisna mengatakan, bahwa keberadaan tempat rawat inap bagi para pecandu narkotika dan obat berbahaya sangat dibutuhkan. Mengingat, saat ini jumlah tempat rehabilitasi di wilayah Jawa Tengah masih sangat terbatas, sehingga dengan adanya rencana kesiapan pemkab untuk menyediakan tempat rawat inap bagi pecandu narkoba perlu mendapatkan dukungan. “Untuk rawat jalan bagi pecandu narkoba, kami masih bisa melakukan. Akan tetapi untuk masalah rawat inap masih menjadi pekerjaan rumah oleh BNN,” katanya.

Penjabat Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki mengatakan, bahwa Pemkab bersama DPRD telah menyepakati rencana aksi untuk memfasilitasi tempat pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN).

Pada aksi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika ini, lanjut dia, perlu adanya deteksi dini dengan melakukan tes narkoba secara massal yang difasilitasi oleh BNN, antisipasi dini, pencegahan, pemberantasan, dan penanganan masalah narkoba. “Ini semua sudah diatur dalam peraturan daerah, tinggal nanti menyusun petunjuk pelaksanaanya yang akan dituangkan dalam peraturan bupati,” katanya.

Lani Dwi Rejeki mengatakan, Pemkab terus berupaya mencegah terjadinya peredaran narkoba dengan membentuk program “Desa Bersinar” di 15 desa. “Oleh karena itu, kita jangan lengah terhadap peredaran narkoba, apalagi saat ini di Kabupaten Batang banyak berdiri perusahaan di Kawasan Industri Terpadu Batang dan PLTU yang tentunya akan ada tenaga asing yang berpotensi seperti itu,” tandasnya. (fel)