Progres Jembatan Sipung Minus 27 Persen

by
PROGRES MINUS - Kabid Jalan dan Jembatan, Endro Suryono, saat meninjau progres proyek Jembatan Sipung yang minus. Kontraktor kesulitan memasang abutmen karena tingginya rob.

*Gegara Rob, Pemasangan Abutmen Terhambat
*PPKom Layangkan SP2

BATANG – Proyek pembangunan Jembatan Sipung di Desa Karangasem Utara, Kecamatan/Kabupaten Batang masih mengalami keterlambatan hingga awal Agustus 2022.

Kabid Prasarana Jalan dan Jembatan DPUPR Kabupaten Batang, Endro Suryono mengatakan, bahwa keterlambatan pengerjaan Jembatan Sipung itu masih mencapai 27 persen.

“Seharusnya progres sudah mencapai 62 persen, namun saat ini baru mencapai 34 persen. Artinya terjadi keterlambatan pekerjaan sebesar minus 27 persen,” ungkap Endro, ditemui Selasa (2/8/2022) di kantornya.

Ia mengatakan, dengan masih adanya keterlambatan itu, maka pihaknya telah melayangkan surat peringatan kedua (SP2) pada CV Borobudur Timur dari Semarang selaku kontraktor yang mengerjakan proyek Jembatan Sipung itu.

Menurutnya, surat peringatan kedua dapat dilayangkan jika progres pekerjaan mengalami keterlambatan hingga minus lebih dari 10 persen. Sebelumnya, pihaknya juga sudah memberikan surat peringatan 1 saat proyek terlambat 10 persen.

Endro menjelaskan, alasan keterlambatan yang dialami kontraktor masih sama, yakni diakibatkan oleh adanya kendala teknis di lapangan. Di mana pelaksana proyek Jembatan Sipung cukup kewalahan dengan tingginya air rob di lokasi pekerjaan.