Pedagang Kuliner Alun-Alun Dipastikan Dapat Tempat Strategis

by
AUDIENSI - Pedagang kuliner Alun-alun Kota Pekalongan saat beraudiensi dengan Komisi B DPRD Kota Pekalongan.

KOTA – Sejumlah pedagang kuliner Alun-Alun Kota Pekalongan yang tergabung dalam Paguyuban Estu Boga melakukan audiensi dengan Komisi B DPRD,  kemarin. Kedatangan perwakilan pedagang untuk beraudiensi terkait rencana relokasi ke Pasar Sugihwaras, seiring rencana penataan ulang Alun-alun Kota Pekalongan.

Ketua Komisi B DPRD Kota Pekalongan, Jacky Zamzami menyampaikan bahwa saat ini untuk penataan Alun-alun, sudah diterbitkan Design Detail Engineering (DED), sehingga hal ini tentu sudah tidak bisa ditunda lagi.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Pekalongan bahwa dipastikan pedagang akan mendapat tempat berjualan yang representatif. Sehingga untuk saat ini pedagang diminta bisa lebih dulu berlapang dada untuk mau direlokasi ke Pasar Sugihwaras sementara waktu, sambil menunggu rencana selanjutnya,” ucap Jacky.

Sementara itu salah satu pedagang, Achmad Esrudin mengatakan bahwa Paguyuban Estu Boga yang berisi 54 pedagang prinsipnya sepakat jika Alun-Alun ditata kembali. “Namun, pedagang meminta agar ketika ditata ulang,  Alun-alun diberi ruko untuk ditempati para pedagang khususnya Estu Boga untuk berjualan kembali di Alun-alun. Sehingga pedagang tidak berjualan di Pasar Sugihwaras secara permanen,” tutur Achmad. Dia melanjutkan, kedatangannya ke Komisi B DPRD adalah untuk meminta kepastian bahwa setelah Alun-Alun ditata, maka para pedagang kuliner bisa kembali menempati Alun-alun yang telah dibangun ruko di dalamnya. “Kami sejatinya tidak menolak jika Alun-alun ditata ulang, namun kami meminta ada stand-stand atau dibangunkan ruko untuk kami berjualan kembali,” pungkasnya.(nul)