LAZISNU Kota Pekalongan Gelar Santunan Anak Yatim

by -
Perwakilan Pengurus Muslimat NU, bersama Ketua PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom didampingi Ketua Lazisnu Kota Pekalongan M Bany Adam ZA saat menyerahkan santunan ke anak yatim di RM Selaras, kompleks Gedung Aswaja, Kota Pekalongan, Jumat (29/7/2022). Wahyu Hidayat

KOTA PEKALONGAN – NU Care Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (LAZISNU) Kota Pekalongan menggelar acara santunan anak yatim bertempat di halaman RM Selaras, kompleks Gedung Aswaja, Kota Pekalongan, Jumat (29/7/2022).

Kegiatan ini menghadirkan 30 anak yatim/piatu dari Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, yang dikoordinir oleh Pengurus Ranting bersama Pengurus Cabang Muslimat NU setempat.

Acara pentasarufan infak ke anak yatim ini dimeriahkan dengan hiburan dan pembagian doorprize dari badut. Ada pula sosialisasi tentang uang rupiah dan doorprize dari sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam GenBI.

Santunan berupa uang tunai dan alat tulis tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom SSA, Pengurus Cabang Muslimat NU, dan Ketua Lazisnu.

Ketua Lazisnu Kota Pekalongan M Bany Adam ZA mengatakan kali ini Lazisnu mengadakan tasaruf infak yang dihimpun dari donatur dan hasil koin infak dari tingkat Ranting, MWC, hingga Pengurus Cabang NU.

Menurut Adam, diadakannya kegiatan tersebut sebagai bukti bahwa Lazisnu Kota Pekalongan menyampaikan amanah infak dari warga khususnya warga Nahdliyin kepada mereka yang berhak.

“Untuk bulan ini kita tasarufkan kepada anak-anak yatim. Rencana akan kita lakukan secara bergilir. Untuk teknisnya, nanti anak-anak yatim dari setiap Ranting NU di Kota Pekalongan akan dihadirkan secara bergiliran. Untuk kali ini dari Kertoharjo,” kata Adam.

Ketua PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom menambahkan bahwa kegiatan tersebut memang merupakan program Lazisnu yang rutin dilaksanakan setiap bulan untuk memberikan santunan ke anak yatim secara bergiliran dari ranting ke ranting NU.

“Ke depan Lazisnu Kota Pekalongan ini tidak hanya di ranting ranting tetapi juga akan menyisir ke daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh Lazisnu,” katanya.

Muhtarom menjelaskan bahwa Lazisnu merupakan lembaga penghimpun zakat, infak, dan sedekah yang telah diakui secara resmi oleh negara dan sah untuk menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat. Sehingga diharapkan, masyarakat dapat menyalurkan zakat infak sedekahnya melalui Lazisnu.

“InsyaAllah Lazisnu akan menyalurkannya sesuai dengan aturan pentasarufan atau penyaluran yang diajarkan dalam syariat dan fiqih kita. Insyaallah amanah, ada pelaporan rutin setiap bulan dan akuntabel,” tutur Muhtarom.

Dia mengungkapkan pula bahwa banyak lembaga yang mengatasnamakan sebagai lembaga penghimpun dana masyarakat, meski belum diakui resmi oleh negara namun sudah menghimpun dana masyarakat. Untuk itu pihaknya mengimbau agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat, terkait dengan tujuan meringankan kaum duafa ternyata digunakan untuk hal lain yang merugikan. “Maka percayakan ke Lazisnu, insyaallah amanah,” ajak Muhtarom. (way)