Perkuat Aksi-Kolaborasi, Pastikan Warga Batang Tak Hanya jadi Penonton KITB

oleh -
TINJAU KITB - Stafsus Kemnaker, Caswiyono Rusydie melakukan peninjauan lapangan di KITB, melihat langsung. istimewa

BATANG – Kehadiran Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) diyakini akan memberikan dampak perubahan besar bagi Kabupaten Batang. Namun demikian, tanpa kesiapan dan ketrampilan yang memadai, alih-alih mendapat berkah, masyarakat Batang bisa saja hanya menjadi penonton dari beroperasinya kawasan industri raksasa tersebut.

Untuk mencegah hal itu, berbagai rencana aksi pun dilakukan oleh pemerintah lintas sektoral di semua tingkatan. Salah satunya oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang fokus menggalang dan memperkuat kolaborasi guna menyiapkan SDM lokal agar bisa terserap maksimal di KITB.

Staf Khusus (Stafsus) Kemnaker, Caswiyono Rusydie mengatakan, selama beberapa hari kemarin pihaknya secara maraton mulai menjalankan 10 jurus dukungan untuk proyek strategis nasional (PSN) KITB, menggalang dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai stakeholder di pusat, daerah, maupun dengan manajemen KITB sendiri.

“Rencana aksi ini mulai kami eksekusi, semuanya kami lakukan semata untuk memastikan kehadiran KITB bisa dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh masyarakat Batang. Sesuai tupoksi, kami tentunya fokus menyiapkan SDM lokal agar bisa terserap maksimal, kami ingin memastikan agar warga Batang nantinya tak sekadar menjadi penonton dari perubahan besar di wilayahnya,” ungkap Caswiyono, Sabtu (30/7/2022).

Dijelaskan Caswiyono, dirinya bersama tim lengkap Kemnaker, tenaga ahli Kantor Staf Presiden (KSP) serta beberapa Kementerian/Lembaga telah bertemu dan berdiskusi dengan Pj Bupati Batang beserta para pimpinan OPD terkait guna memperkuat kolaborasi.

Siangnya, Kemnaker dan KSP bersama Kemenko PMK, Bappenas, Kemenperin,
Siangnya Kemnaker dan KSP bersama Kemenko PMK, Bappenas, Kemenperin, Kemendikbudristek, Kemenkop UKM serta Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Batang, beserta perwakilan dari industri, lembaga pelatihan kerja dan lembaga pendidikan vokasi, melakukan rapat pembentukan Skill Development Center (SDC) yang selanjutnya akan menjadi Tim Koordinasi Daerah Vokasi sebagai wadah kolaborasi penyiapan tenaga kerja di Batang. “Semua daya dukungnya kita siapkan bersama secepat dan sebaik mungkin,” tukas Caswiyono.

Malam harinya, ia juga menyempatkan hadir dan berbicara di kegiatan FGD Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas se Kabupaten Batang dan sekitarnya guna memastikan kesiapan lembaga pelatihan berbasis lembaga keagamaan tersebut untuk berpartisipasi aktif dalam menyiapkan SDM bagi KITB.

“Malamnya lagi, saat diminta menjadi pemateri di hadapan para kader pelajar Batang yang dibidani langsung Ketua PCNU. Prinsipnya, saya mengajak para pelajar ini untuk bersiap dan meningkatkan kompetensinya untuk menyongsong kemajuan Batang, jangan sampai ketinggalan kereta,” ujarnya.

Esok harinya, Caswiyono memulai aksi lapangan di KITB. Selain menyamakan langkah dan menyingkronkan rencana aksi dengan manajemen KITB, pihaknya juga meninjau langsung calon lokasi Anjungan SIAPkerja yang akan segera dibangun, mempersiapkan lokasi pelayanan sementara hingga meninjau calon lokasi pembangunan training center yang akan menjadi workshop jarak jauh BBPVP Semarang.

“Kemnaker bersama lintas Kementerian/Lembaga serta pemerintah daerah tentu punya tanggung jawab untuk mempersiapkan segala sesuatunya bagi masyarakat lokal. Tetapi yang tak kalah penting juga, adalah kesiapan masyarakat Batang sendiri untuk bisa mengambil peran optimal dalam transformasi Batang menjadi daerah industri,” ucapnya. (sef)