Terapkan Aturan Batas Antar Jemput Siswa

oleh -
KEGIATAN - Siswa dan guru dalam suatu kegiatan.

KOTA – Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Kota Pekalongan telah berjalan aktif beberapa bulan lalu, terlebih Tahun Ajaran Baru 2022/2023 sudah dimulai dan pelaksanaannya berlangsung 100 persen secara tatap muka (PTM luring).

Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Pekalongan, Zainul Hakim, menegaskan bahwa meski saat ini PTM sudah diberlakukan 100 persen, namun protokol kesehatan diharapkan masih perlu dilakukan di semua satuan jenjang sekolah untuk mencegah dan mengantisipasi penularan pandemi Covid-19.

Menurutnya, Dinas Pendidikan juga sudah menginstruksikan masing-masing satuan jenjang pendidikan dibawah naungannya untuk menerapkan batas antar jemput siswa yang dipasang di masing-masing pintu gerbang sekolah. Selain untuk memunculkan kemandirian siswa dalam menuntut ilmu, hal ini bertujuan untuk mengurangi kerumunan di sekolah.

“Dinas Pendidikan memberlakukan di satuan jenjang pendidikan di masing-masing sekolah mengenai adanya batas antar jemput siswa di sekolah, harapannya mereka yang tidak memiliki kepentingan masuk ke sekolah bisa terbatasi,” ungkapnya, baru-baru ini.

Zainul menjelaskan, dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) di satuan jenjang pendidikan, Dindik menerapkan aturan antar jemput murid hanya sampai di pintu gerbang sekolah, tidak dibenarkan masuk pekarangan sekolah. Lebih lanjut, sejauh ini pihak sekolah juga berusaha menaati prokes dan memberikan teguran kepada warga sekolah yang abai terhadap prokes. Siswa juga tidak merasa keberatan dengan aturan tersebut.