Dindik Batasi Warga Luar Masuk ke Sekolah

by -
PROKES - Dinas Pendidikan menekankan agar sekolah tetap menerapkan prokes selama kegiatan belajar mengajar.

*Penerapan Prokes

KOTA – Dinas Pendidikan Kota Pekalongan menerapkan pembatasan akses warga dari luar sekolah untuk masuk ke dalam. Termasuk bagi orang tua maupun wali murid yang akan melakukan antar jemput siswa. Batasan itu diberlakukan sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Zainul Hakim menegaskan, meski saat ini PTM sudah diberlakukan 100 persen namun protokol kesehatan diharapkan masih perlu dilakukan di semua satuan jenjang sekolah untuk mencegah dan mengantisipasi penularan Covid-19.
Dinas Pendidikan juga sudah menginstruksikan masing-masing satuan jenjang pendidikan di bawah naungannya untuk menerapkan batas antar jemput siswa yang dipasang di masing-masing pintu gerbang sekolah. Selain untuk memunculkan kemandirian siswa dalam menuntut ilmu, hal ini bertujuan untuk mengurangi kerumunan di sekolah.

“Dinas Pendidikan memberlakukan di satuan jenjang pendidikan di masing-masing sekolah mengenai adanya batas antar jemput siswa di sekolah. Harapannya mereka yang tidak memiliki kepentingan masuk ke sekolah bisa terbatasi,” ungkapnya, baru-baru ini.

Zainul menjelaskan, dalam penerapan protokol kesehatan di satuan jenjang pendidikan Dindik menerapkan aturan antar jemput murid hanya sampai di pintu gerbang sekolah. Tidak dibenarkan masuk pekarangan sekolah. Sejauh ini pihak sekolah juga berusaha menaati prokes dan memberikan teguran kepada warga sekolah yang abai terhadap prokes. Siswa juga tidak merasa keberatan dengan aturan tersebut.

“Sebab jika tidak dibatasi, bisa jadi komunikasi dengan orang luar ini bisa membawa dampak yang kurang baik ke warga sekolah khususnya peserta didik. Terlebih, adanya pembatasan ini peserta didik agar bisa lebih mandiri dan tidak bergantung kepada orang tua untuk menunggu selama KBM berlangsung,” ucapnya.