DPC PKB dan FPKB DPRD Kabupaten Pekalongan Berikan Bantuan Kepada UMKM dan Pedagang Kecil yang Berjualan Dekat Sekolah

by

KEDUNGWUNI – Memperingati Hari Lahir (Harlah) PKB ke 24, DPC PKB Kabupaten Pekalongan dan FPKB DPRD Kabupaten Pekalongan mengadakan bhakti sosial dengan memberikan bantuan kepada UMKM dan pedagang kecil yang berjualan disekitar sekolah.

Ada sekitar 30 pedagang yang mendapatkan bantuan yang berjualan disekitar sekolah wilayah Paesan, Kranji dan Ambokembang.

Ketua FPKB DPRD Kabupaten Pekalongan sekaligus Sekretaris DPC PKB Kabupaten Pekalongan Samsul Bahri menyampaikan bahwa ini merupakan rangkaian kegiatan Harlah PKB di Kabupaten Pekalongan, salah satunya dengan memberikan bantuan atau insentif kepada pedagang kecil di sekitar sekolah.

“Kita berikan insentif kepada pedagang kecil yang ada disekitar sekolah, ada 6 sekolah yg kita sasar dan tiap sekolah ada sekitar 5 sampai 6 pedagang yang mendapatkan bantuan,” terang Samsul saat diwawancarai, Sabtu (23/7/2022).

Samsul menilai alasan memberikan bantuan kepada pedagang kecil yang berjualan dekat sekolah karena selama pandemi kemarin mereka sangat terdampak sekali.

“Selama pandemi kurang lebih 2 tahun, para pedagang tersebut sangat terdampak, ada yang tetap bertahan jualan dengan cara berkeliling ada juga yang sampai ganti profesi, makanya perlu kita bantu,” jelasnya.

Samsul berharap meskipun bantuan ini tidak seberapa setidaknya bisa membantu para pedagang yang mulai berjualan lagi disekolah karena sudah dimulai belajar tatap muka.

Hal senada juga disampaikan oleh Bendahara FPKB DPRD Kabupaten Pekalongan Fatkhiana Dewi menambahkan bahwa selaku wakil rakyat selalu memperhatikan masyarakat yang membutuhkan, salah satunya dengan kegiatan sosial seperti ini.

“Tentunya kegiatan yang bersifat sosial untuk masyarakat akan selalu dilakukan, dan kedepan akan melebar lagi sampai beberapa wilayah agar lebih merata,” ujarnya.

Fatkhiana juga sependapat bahwa para pedagang kecil yang berjualan dekat sekolah sangat terdampak akibat pandemi covid-19. Apalagi kemarin selama 2 tahun tidak ada pembelajaran tatap muka.

“Semoga dengan sudah diadakannya kembali pembelajaran tatap muka maka para pedagang kecil yang biasa berjualan dekat sekolah bisa berjualan lagi seperti sedia kala,” harapnya.