Misteri Penemuan Mayat dalam Karung Terungkap, Palaku Ternyata Tetangga Korban

oleh -
Kapolres didampingi Wakapolres dan Kasat Reskrim menunjukan sejumlah barang bukti hasil penyelidikan.

BATANG – Kasus penemuan mayat di bawah jembatan Sigorek Desa Kemejing, Kecamatan Subah, Rabu (13/07/2022) berhasil diungkap oleh jajaran Satreskrim Polres Batang.

Pelaku yang merupakan tetangga korban, Waryanah (70) adalah warga Dukuh Sipule, Rt. 03 Rw. 06, Desa Kluwih, Kecamatan Bandar ditangkap oleh petugas di rumahnya dalam dalam kurun waktu 2×24 jam usai penemuan mayat.

Kapolres Batang AKBP M Irwan Susanto dalam konferensi pers di Mapolres setempat menjelaskan, tersangka adalah Cas (33) warga Dukuh Sipule, Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Sabtu (16/07/2022) malam di rumahnya.

“Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan juga alat bukti yang ada, kita lakukan penangkapan tersangka di rumahnya. Selain itu, petugas juga menyita sejumlah alat bukti dari rumah tersangka,” ujar Kapolres Batang didampingi Wakapolres Kompol Gali Atmajaya dan juga Kasat Reskrim AKP Yorisa Prabowo, Rabu (20/07/2022).

Kapolres menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka melakukan pembunuhan terhadap korban karena kesal. Pasalnya, korban sempat memakai tersangka ketika diingatkan untuk tidak membuang sampah di depan rumahnya.

“Pelaku yang kesal kemudian menghampiri korban dan memukulnya menggunakan tangan kosong dibagian leher sebelah kanan. Akibat pukulan itu, korban langsung terjatuh, dan saat dicek oleh tersangka, ternyata korban sudah tidak bernafas lagi,” jelas Kapolres.

Mengetahui korban tak bernafas, tersangkapun langsung panik. Cas kemudian mengambil karung, dan memasukan tubuh korban. Namun tidak muat, hingga akhirnya dipaksa hingga menyebabkan tulang rusuk korban patah hingga menembus paru-paru.

“Pada saat memasukan tubuh korban ke karung, pelaku juga sempat mengambil perhiasan korban berupa satu kalung, dua gelang dan satu cincin. Selanjutnya tersangka dengan menggunakan motor membawa karung berisi tubuh korban dan mencari tempat yang sepi untuk membuangnya. Dan jenazah korban sendiri kemudian digelindingkan dari atas jembatan Sigorek yang jaraknya sekitar 15 kilo dari rumah tersangka, hingga akhirnya ditemukan,” beber AKBP M Irwan Susanto.

Berdasarkan hasil penyelidkan dan juga keterangan para saksi, petugas akhirnya menangkap tersangka di rumahnya. Namun saat dibawa untuk menunjukkan barang bukti kejahatan, tersangka mencoba melarikan diri, hingga akhirnya dihadiahi timah panas oleh petugas.

“Pelaku ternyata sempat menjual perhiasan korban, dan saat ini sudah kita amankan. Dan atas perbuatanya, tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHPidana dengan maksimal penjara 15 tahun. Lalu ditambah Pasal 351 ayat (3) KUHPidana diancam pidana penjara paling lama tujuh tahun.Lalu juga Pasal 365 ayat (3) KUHPidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun,” tandas Kapolres. (don)