Puskesmas Harus Ramah Disabilitas

oleh -
BAKSOS DISABILITAS - Forum Serasi Madani Kabupaten Pekalongan kerja sama dengan Dinkes Jateng dan Kabupaten Pekalongan gelar baksos kesehatan bagi penyandang disabilitas di Sekolah Alam Pekalongan di Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar, kemarin.

KARANGANYAR – Penyandang disabilitas masih enggan berobat ke Puskesmas. Pasalnya, sarana prasarananya belum ramah disabilitas. Seperti pintu toilet terlalu sempit sehingga kursi roda tidak bisa masuk, masih gunakan toilet jongkot, hingga belum adanya parkir khusus dan akses khusus penyandang disabilitas.

Untuk itulah, Forum Serasi Madani Kabupaten Pekalongan mendorong agar semua Puskesmas di Kabupaten Pekalongan bisa ramah disabilitas. Apalagi di Kota Santri, ada Perda Nomor 2 Tahun 2020. Di Perda ini, salah satunya menyatakan, penyandang disabilitas berhak mendapatkan pelayanan kesehatan sebagaimana masyarakat yang lainnya.

Demikian dikatakan Ketua Pelaksana Forum Serasi Madani Kabupaten Pekalongan, HM Safrudin Huna, disela-sela bakti sosial bagi penyandang disabilitas yang dipusatkan di Sekolah Alam Pekalongan di Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar, kemarin.

Baksos itu sendiri terselenggara atas kerja sama Dinkes Jateng, Dinkes Kabupaten Pekalongan, dan Forum Serasi Madani Kabupaten Pekalongan. Ada 75 penyandang disabilitas jadi peserta baksos itu.

Forum Serasi Madani ialah salah satu forum yang beranggotakan 16 organisasi masyarakat sipil (OMS). Di antaranya ada unsur Muslimat NU, Aisiyah, unsur perguruan tinggi (Unikal, UMPP), dan organisasi penyandang disabilitas seperti PPDFI, PPDI, Peka, dan organisasi lainnya.

Program ini kerjasama antara Muslimat NU Kabupaten Pekalongan dengan USAID-Madani. Kerja sama itu lintas sektoral.

“Saya ditunjuk sebagai ketua pelaksana Forum Serasi Madani yang melaksanakan program-program yang telah disepakati bersama dengan para OPD,” kata dia.