Rekrutmen Pendamping BKK Disoal

oleh -
MENGADU - Belasan peserta yang tidak lolos seleksi penerimaan pandamping dana dusun Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Kendal, mengadu ke DPRD Kendal.

*Anggap Tak Transparan, Belasan Peserta Wadul ke DPRD

KENDAL – Belasan peserta yang tidak lolos seleksi penerimaan pandamping dana dusun Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Kendal, mengadu ke DPRD Kendal, Sabtu (9/10/2022). Mereka menilai proses seleksi terdapat kejanggalan dalam penyampaian informasi, baik pendaftaran hingga pengumuman.

Belasan peserta diterima Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun dan Wakil Ketua DPRD Kendal, Ainurochim. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan menyampaikan perihal proses seleksi yang dinilai ada kejanggalan dan kurang transparan.

Peserta tes seleksi pendamping desa BKK, Hadi Pratomo, mengaku tidak berani mengatakan bahwa seleksi ini ada permainan. Namun yang menjadi ganjalan, ada hal yang sama dirasakan mereka yang tidak lolos. “Seperti ada tiga tahapan seleksi namun dari ketiganya tidak diketahui berapa nilai peserta yang dijadikan standar penerimaan,” katanya.

Hadi mengungkapkan, soal yang dibuat juga tidak kredibel karena ada beberapa soal yang tidak ada jawabannya, dan oleh pengawas hanya diminta dijawab seadanya saja.

“Contoh soal lokasi obyek wisata curug sewu itu tidak ada jawabannya, pengawas hanya bilang silahkan diisi sembarang ini jelas tidak kredibel,” ungkapnya.

Peserta lainnya, Nur Hayati warga gempolsewu mengatakan, dalam tes komputer lolos semua dan saat sesi wawancara hanya ditanya dapat info perekrutan dari mana.

“Kesannya hanya asal-asalan seleksi tahap kedua yaitu komputer seluruh peserta dinyatakan lolos. Padahal ada beberapa yang tidak bisa menggunakan komputer dan waktu pelaksanaan tidak ada aturan,” katanya.