TPA Overload, Kendal Darurat Sampah

by -
TANGANI - Tangani persoalan sampah, Dinas Lingkungan Hidup lakukan Rembug Bareng Pengelolaan Desa, diikuti pengelola Bank Sampah, Bumdes, dan pegiat peduli lingkungan.

*Semua Desa Diminta Kelola Sampah

KENDAL – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Aris Irwanto mengatakan bahwa wilayah Kabupaten Kendal sudah darurat sampah. Pasalnya, TPA di Kendal hanya satu tempat dan tidak bisa mencakup seluruh wilayah Kendal.

Saat ini produksi sampah per hari mencapai 400 ton, sementara yang dibuang ke TPA sekitar 125 sampai 150 ton. Selebihnya dikelola sendiri oleh masyarakat.

“Sampah yang terus meningkat harus ditekan, karena kalau tidak ditekan atau dikurangi, maka perkiraannya TPA Darupono dalam satu tahun ke depan bisa penuh,” katanya saat Rembug Bareng Pengelolaan Desa, kemarin, yang diikuti pengelola Bank Sampah, BUMDes, dan pegiat peduli lingkungan.

Untuk itu, lanjut Aris, permasalah sampah di Kendal harus ditangani bersama oleh semua pihak, termasuk masyarakat. Pasalnya, Pemkab Kendal hanya memiliki satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang masih beroperasi, sedangkan tiga TPA harus ditutup karena sudah penuh. Sedangkan produksi sampah terus meningkat.
“Butuh sengkuyung bersama untuk atasi persoalan sampah ini,” ungkapnya.

Aris mengungkapkan, tujuan rembug bareng desa ini untuk mencari solusi supaya bisa mengurangi sampah yang dibuang di TPA Baru Darupono, sehingga tidak cepat penuh. Tanpa ada solusi tersebut, maka dalam waktu satu tahun ke depan, TPA Baru Darupono sudah penuh. “Arahnya nanti semua desa harus mengelola sampah, sehingga yang dibuang ke TPA hanya sisanya saja,” tukasnya.