Data 9 Siswa Sengaja ‘Dihilangkan’ dari Jurnal PPDB SMAN 1 Batang Oleh Pihak Tertentu

by
Sejumlah orang tua calon siswa SMAN 1 Batang bertemu dengan kepala sekolah terkait hilangnya nama anak mereka dari jurnal PPDB.

BATANG – Teka teki penyebab hilangnya nama 9 siswa dari jurnal pendaftaran PPDB SMA/SMK Jawa Tengah untuk pendaftaran SMAN 1 Batang, mulai terungkap. Disinyalir ada pihak yang melakukan perubahan data siswa dengan sengaja agar hilang dari jurnal di detik-detik akhir.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Batang, Drs Sukalim dihadapan orang tua calon siswa yang namanya hilang dari jurnal penerimaan. “Kita coba melakukan pengecekan, ternyata calon siswa ‘terpental’ akibat adanya intervensi dari seseorang,” ungkapnya dalam pertemuan yang digelar di SMAN 1 Batang, Kamis (07/07/2022).

Sukalim menjelaskan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh pihaknya, data kesembilan calon siswa yang mental tersebut ‘dipindahkan’ dari SMAN 1 Batang ke sekolah lainnya ataupun dipindah ke jalur prestasi. Akibatnya, namanyapun menjadi hilang dari jurnal PPDB SMAN 1 Batang.

“Pihak yang melakukan intervensi terhadap data calon siswa tersebut menggunakan satu IP Address. Dia memindahkan data siswa secara bertahap menjelang penutupan pendaftaran. Dan dengan adanya siswa yang terpental itu, maka otomatis nama calon yang ada di bawahnya secara otomatis naik,” jelas Sukalim.

Lebih lanjut dijelaskan, dengan adanya aduan dari orang tua calon siswa, pihak sekolah sudah menyampaikan laporan tertulis ke Dinas Pendidikan Jawa Tengah. Selain itu, pihaknya juga sudah meminta klarifikasi terhadap orangtua calon siswa yang mendaftar di detik-detik akhir. Pihaknya bahwa merekam seluruh keterangan tersebut.

“Aduan orang tua calon siswa juga sudah kami laporkan secara berjenjang mulai cabang dinas, hingga ke dinas (Disdikbud Jateng). Namun hingga sampai detik ini belum ada keputusan, dan kami akan terus melakukan pengawalan hingga ada keputusan dari dinas,” beber Sukalim.

Anggota DPRD Batang Tofani Dwi Arianto yang ikut hadir dalam pertemuan itu meminta pihak sekolah proaktif untuk menuntaskan masalah itu. Termasuk membantu memperjuangkan agar 9 anak yang terpental bisa masuk SMAN 1 Batang, karena seluruh persyaratan sudah terpenuhi, dan kesalahan bukan dari calon siswa.

“Saya minta pihak sekolah ada solusi untuk menuntaskan persoalan ini, dan membantu calon siswa. Selain itu, juga untuk memberikan jaminan bahwa dengan adanya sistem zonasi, warga disekitar sekolah bisa dapat jaminan bisa bersekolah di SMAN 1 Batang,” beber Tofani Dwi Arianto.

Terkait kecurigaan adanya pihak tertentu yang merubah data siswa, Tofani meminta pihak sekolah untuk menindaklanjuti melalui jalur hukum.

“Untuk persoalan ini, sekolah tentunya juga dirugikan nama baiknya. Karena itulah, lebih baik sekolah bersama orang tua lapor ke aparat penegak hukum, sehingga bisa diusut sampai tuntas,” tandas Tofani. (don)