Dampak PMK, Omset Penjualan Hewan Kurban Turun

oleh -
LAYANI PEMBELI - Peternak Kambing saat mendampingi pembeli memilih hewan kurban di tepi Jalan Gajah Mada, Bogoran Kecamatan Batang, Rabu (6/7/2022).

BATANG – Peternak hewan kurban di Kabupaten Batang mulai merasakan dampak dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang mewabah di daerahnya. Menjelang Idhul Adha 1443 H/2022, penjualan hewan ternak mereka mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Salah seorang pedagang ternak kambing, Heri mengungkapkan, bahwa tren penjualan hewan kurban miliknya tahun 2022 ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Omsetnya bahkan turun hingga 70 persen.

“Tahun ini saya hanya menyiapkan 18 ekor kambing saja, dibandingkan tahun lalu yang mencapai 70 ekor. Adapun dari 18 ekor kambing yang disiapkan, baru laku terjual 5 ekor dan mayoritas pembelinya warga Batang dan sekitarnya,” ungkap Heri, saat mendampingi pembeli memilih hewan kurban di tepi Jalan Gajah Mada, Bogoran, Kecamatan Batang, Rabu (6/7/2022).

Ia menjelaskan, meski di masa PMK, namun harga jual ternak kambing rata-rata mengalami kenaikan hingga Rp500 ribu. “Yang jantan ukuran besar sekarang harga jualnya Rp4 juta dan ukuran sedang Rp3 juta,” jelasnya.

Meski PMK sedang mengancam hewan ternak, tak terkecuali kambing, namun ia bersama belasan pedagang hewan kurban lainnya tetap berpikir optimis. “Kami sudah tahu ada PMK, yang penting semuanya berhati-hati, jangan asal memilih hewan kurban. Beli di peternak atau kandang, yang sudah pasti tidak terpapar PMK,” tegasnya.